Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ibu Hamil Sering Cemas

Jumat, 1 Desember 2017 | 14:04 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Saat hamil, ada banyak hal baru yang akan dirasakan ibu hamil setiap harinya, baik menyangkut perkembangan janin atau perubahan tubuh sendiri. Kehamilan memang menjadi masa yang membahagiakan sekaligus menegangkan.

 

Mereka cemas lantaran selalu ingin melakukan yang terbaik agar si kecil tumbuh sehat dan optimal. Jika perasaan dan kecemasan ini tidak dikelola dengan baik, ibu hamil akan stres sehingga berimbas negatif pada kondisi janin.

 

Penelitian menyebutkan ibu hamil yang stress berisiko keguguran. Selama proses kehamilannya, mereka membutuhkan dukungan dari semua pihak.

 

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Teman Bumil pada 400 ibu hamil dan ibu yang sudah pernah hamil, diketahui 99 persen setuju dukungan selama hamil sangat penting dan memudahkan proses kehamilan. Namun, hanya 47% ibu mendapatkan dukungan tersebut setiap hari. Bahkan, sebanyak 1,6 persen responden mengaku tidak pernah mendapat dukungan dari siapa pun ketika hamil.

 

Psikolog Ajeng Raviando Psi mengatakan penelitian menunjukkan memiliki teman mampu menimbulkan rasa saling memiliki, meningkatkan rasa aman dan nyaman.

 

“Sehingga dapat menjadi penopang psikologis dan mengurangi tekanan emosional yang dihadapi calon ibu,” ungkap Ajeng di sela peluncuran aplikasi Teman Bumil di Jakarta, Rabu (29/11).

 

Dokter spesialis kandungan MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dr Ardiansjah Dara Syahruddin SpOG mengatakan kecemasan yang kerap dialami para ibu hamil berbeda pada setiap trimesternya. Pada trimester pertama biasanya adalah mengenai mual dan muntah. Namun, pada trimester kedua biasnaya lebih tidak ada masalah. Terlebih kehamilan di saat itu masih belum terlalu besar.

 

“Sedangkan pada trimester ketiga, kecemasan yang dialami ibu hamil adalah khawatir akan akan tanggal lahir, ketuban pecah, dan kurang gerak,” papar dia.

 

Sementara itu, co-founder Teman Bumil Robyn Soetikno menambahkan dukungan untuk ibu hamil tidak hanya bisa didapat dari suami atau keluarga terdekat, namun aplikasi kehamilan juga ikut menyumbangkan perannya dalam mendukung ibu hamil, yaitu menyediakan informasi-informasi tepercaya. (iin)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN