Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel usap dari seorang anak untuk menguji virus corona Covid-19 di pusat pengujian di Allahabad, India pada 21 September 2020. ( Foto: SANJAY KANOJIA / AFP )

Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel usap dari seorang anak untuk menguji virus corona Covid-19 di pusat pengujian di Allahabad, India pada 21 September 2020. ( Foto: SANJAY KANOJIA / AFP )

IDAI: Mutasi Virus Covid Mengintai Anak dan Remaja

Rabu, 12 Mei 2021 | 09:46 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof Dr dr Aman Pulungan, SpA(K) mengingatkan bahwa bahaya mutasi virus Covid-19 mengintai anak dan remaja. Outbreak yang terjadi di Italia, Belanda, Prancis, India, serta Malaysia, menunjukkan adanya peningkatan infeksi Covid pada anak dan remaja.

Berdasarkan data British Medical Journal (BMJ 2021: 372, n 383), pada Januari 2021, jumlah anak dan remaja yang terinfeksi Covid di Israel meningkat pesat sejak merebaknya varian B.1.1.7. Proporsi kasus pada pasien usia di bawah 10 tahun meningkat hingga 23%. "Bahkan, Israel juga telah membuka ruang ICU khusus Covid pada anak," ungkap Prof Aman dalam keterangan pers diterima Rabu (12/5/2021).

Di Corzano-Italia, lanjut Prof Aman, ditemukan sebagian besar warga yang terinfeksi Covid adalah anak usia sekolah dasar atau lebih muda. Di kota kecil Lasingerland-Belanda, dari sekitar 818 guru, murid, staf sekolah yang diperiksa, ditemukan 123 kasus positif dengan 46 di antaranya merupakan varian mutasi virus baru B.1.1.7.

"Banyak kasus ditemukan juga di komunitas yang terkait dengan outbreak tersebut," tambah dia.

Menurut Prof Aman, outbreak yang terjadi di sejumlah negara tersebut menunjukkan kewaspadaan dalam pembukaan sekolah. Langkah mitigasi risiko seperti implementasi sistem bubble, penggunaan masker, ventilasi yang baik dengan jumlah murid yang dibatasi, serta screening berkala untuk guru, murid serta staf sekolah sangat penting untuk dilakukan.

Dia juga menegaskan, semestinya kasus di negara lain menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk tidak membuka sekolah tatap muka (luring) jika tidak sesuai anjuran IDAI dan organisasi profesi kesehatan.

"Serta, bagi fasilitas pelayanan kesehatan agar mulai menyediakan ruang ICU Covid khusus anak dan remaja," jelas dia.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN