Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilham Bintang saat berdiskusi dengan tim pengacaranya sebellum memutuskan untuk menggugat secara perdata PT Indosat dan Commonwealth Bank atas pembajakan SIM card dan berujung pada pembobolan rekeningnya.

Ilham Bintang saat berdiskusi dengan tim pengacaranya sebellum memutuskan untuk menggugat secara perdata PT Indosat dan Commonwealth Bank atas pembajakan SIM card dan berujung pada pembobolan rekeningnya.

Ilham Bintang Gugat Indosat dan Commonwealth Bank Rp100 Miliar

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 23:05 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta - Wartawan senior Ilham Bintang memutuskan segera memasukkan gugatan perdata terhadap  dua korporasi yang dinilai bertanggung jawab atas dibajaknya SIM telepon selularnya dan pembobolan rekening banknya oleh sindikat pembobol rekening bank.

Kedua korporasi itu adalah perusahaan telekomunikasi selular PT Indosat Ooredoo, dan PT. Bank Commonwealth (Commonwealth Bank). Gugatan yang diajukan, selain kerugian materil, juga  inmateril, sebesar Rp100 miliar kepada pihak Indosat Ooredoo dan Commonwealth Bank.

Tim pengacara untuk gugatan perdata ini adalah Wina Armada SH, DR Purwaning, Gabril Mahal SH, dan Ryan Dwianto SH. Menurut rencana hari Senin (26 Oktober 2020) gugatan perdata itu akan didaftarkan di Pengadilan Negeri.

"Sejak awal kasus pembajakan HP Indosat dan dikurasnya uang tabungan saya di Commonwealth Bank, masuk pengadilan, saya sudah merasakan kejanggalan hukum. Mengapa hanya pelaksana kejahatan yang diadili, tetapi korporasi besar yang seharusnya bertanggung jawab mengamankan identitas privasi saya, termasuk uang tabungan saya di bank, bisa lepas tangan. Sama sekali tidak ikut diadili," kata Ilham Bintang, dalam pernyataannya yang diterima redaksi Sabtu (24/10) usai berdiskusi dengan Tim Pengacaranya.

Diskusi di rumah Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat itu digelar setelah mereka menerima kabar bahwa sindikat pembobolan bank Ilham Bintang, Rabu lalu (21/10/20) telah divonis bersalah oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Anggota sindikat dijatuhi hukuman bervariasi dari 2 hingga 4 tahun penjara.

Ilham mengatakan dia menghormati keputusan majelis hakim. Tapi, dia menilai vonis itu tidak akan berdampak kuat pada penjeraan provider kartu ponsel dan perbankan untuk menjamin rahasia pribadi publik serta simpanannya di bank. Masyarakat sudah lama resah akibat seringnya kasus pembajakan nomor SIM telepon selular dan berlanjut pembobolan uang tabungan nasabah bank di sejumlah kota. Bahkan, setelah kasusnya ditangani pihak berwajib, korban kejahatan SIM card dan perbankan terus berjatuhan.

“Semula saya berharap, kasus saya akan menjadi  momentum pemungkas bagi dibangunnya sistem pengamanan yang lebih ketat terhadap rahasia pribadi identitas publik yang dilayani korporasi besar yang sudah meraup keuntungan besar dari konsumennya. Tapi, setelah di pengadilan, wakil korporasi besar tidak diadili dan seperti terkesan tidak ikut bertanggung jawab atas kerugian nasabah mereka, itu saya rasa sangat tidak adil. Maka bersama Tim Pengacara, kami bertekad men-challenge kejanggalan itu," ujar wartawan senior yang dikenal sebagai pelopor jurnalisme infotainmen itu.

Kasus dibajaknya HP dan dikurasnya tabungan Ilham Bintang sebesar AUD$ 25.263 dan tabungan rupiah sebesar Rp16 juta terjadi awal Januari 2020. Beberapa hari setelah Ilham Bintang bersama 14 anggota keluarganya berlibur akhir tahun ke Australia sekaligus menjenguk puteri bungsu keluarga itu yang sedang studi di Melbourne.

Di awal perjalanan, lham sempat mengalami gangguan akses dengan HP nya selama beberapa hari. Belakangan, dia sangat kaget, ketika akan mengambil uang tabungannya di Comonwealth Bank via ATM, dana tabunganya ternyata sudah dikuras habis oleh orang tidak dikenal melalui 94 kali penarikan/tranksaksi.

Ayah empat anak itu kemudian mengadukan kasus pembobolan bank di kantor Commonwealth Bank setempat. Dan terpaksa mengakhiri jadwal liburan keluarga di Australia.

Setiba di Tanah Air pendiri group media Cek&Ricek yang aktif menulis itu, bergerak cepat. Ia melaporkan kasus itu sambil mengekspos kasus pahit yang menimpa dia dan keluarganya di akun media sosialnya.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN