Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

ILO: Pemerintah Mendatang Harus Tingkatkan Pelatihan Tenaga Kerja

Rabu, 17 September 2014 | 07:47 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah

JAKARTA-Direktur International Labour Organization (ILO) untuk Indonesia dan Timor Leste, Peter van Rooij, mengharapkan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) dapat meningkatkan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja baik untuk bekerja di Indonesia maupun untuk luar negeri.

“Saat ini, kualitas tenaga kerja Indonesia lebih bagus dibandingkan 15 tahun lalu. Ke depan kiranya lebih berkualitas lagi,” kata Peter kepada SP di Jakarta, Selasa (16/9).

Peter mengatakan seperti itu ketika ditanya mengenai kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau pasar bebas ASEAN yang dimulai 1 Januari 2015. “Indonesia sudah siap dalam memasuki AEC hanya perlu pembenahan dan peningkatan dalam hal masalah tenaga kerja,” kata dia.

Ia mengatakan, begitu AEC berlaku, ada sebanyak 14 juta tenaga kerja baru dipekerjakan di ASEAN.

Indonesia sendiri, kata dia, akan mempekerjakan 1,9 juta tenaga kerja barunya. Yang paling banyak mempekerjakan tenaga kerja barunya adalah Negara Kamboja. Pasalnya, di Kamboja banyak perusahaan tekstil dan sebagian besar diekspor. “Indonesia, Filipina hampir sama jumlahnya,” kata dia.

Menurut Peter, lapangan pekerjaan yang ditawarkan di ASEAN ketika AEC mulai berlaku yakni industri, automobile, elektronik dan jasa.

Selain itu, Peter berharap, pemerintah Indonesia ke depan dapat meningkatkan kualitas hubungan industrial di semua perusahaan. “Semoga ke depan sudah semakin rendahnya diskriminasi di tempat kerja,” kata Peter.

ASC ke-10 di Vietnam

Sementara itu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) optimistis kembali juara umum dalam ASEAN Skill Competition (ASC) atau Kompetisi Keterampilan ASEAN ke-10 di Hanoi, Vietnam, pada 19 Oktober 2014. "Kita harus optimistis kembali juara umum," kata Menakertrans, Muhaimin Iskandar, dalam arahannya untuk peserta ASC ke-10 di Balai Latihan Kerja (BLK) Civest, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/9).

Pada ASC ke-9 di di Jakarta, tahun 2012 lalu, tim ASC Indonesia meraih juara umum. Tim Indonesia yang diwakili 42 peserta (kompetitor) total merebut 19 medali emas, 12 perak, dua perunggu dan tujuh medallion for excellence.
Terpaut jauh di bawah Indonesia, pada posisi kedua ditempati Vietnam dengan lima medali emas, empat perak, lima perunggu dan 11 medallion for excellence.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kemnakertrans, Khairul Anwar, mengatakan, berbekal juara umum ASC ke-9, Indonesia optimistis kembali juara umum. Ia mengatakan, para kompetitor yang akan bertanding di Vietnam nanti, telah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan mulai Oktober 2013 sampai Oktober 2014 ini. (E-8/SP)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN