Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Inalum Gandeng Uncen Bangun Papua

Gora Kunjana, Rabu, 16 Januari 2019 | 20:26 WIB

JAKARTA - PT Inalum dan Universitas Cendrawasih (Uncen) menandatangani Nota Kesepakatan (MOU) Kerjasama Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat serta Pengembangan Bidang Pertambangan, Industri dan Energi untuk Papua.

Penandatanganan ini dilakukan di kantor Inalum Jakarta, Rabu (16/1) oleh Direktur Utama Inalum Budi Sadikin dan Rektor Uncen Apolo Safanpo.

Budi Sadikin mengatakan salah satu mandat Holding Industri Pertambangan adalah menguasai dan mengelola sumber daya alam. Untuk mencapai ini, perlu disiapkan sumber daya manusia yang mumpuni.

Inalum mendirikan Mining and Metals Industry Indonesia (MMII) yang salah satu fungsinya adalah bersama universitas dan lembaga riset terkemuka mencetak dan mengembangkan kemampuan para ahli tambang di Indonesia. Kerja sama dengan Universitas Cendrawasih merupakan salah satunya.

“Kami berharap dengan menyiapkan sumber daya manusia di Papua, kedepannya SDA juga bisa dikelola secara mandiri oleh putra putri Indonesia, khususnya putra putri Papua, " kata Budi.

Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan pertambangan, industri dan energi nasional yang berkelanjutan melalui kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan di bidang pertambangan, industri dan energi.

Sementara itu, Rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo mengatakan di sela-sela penandatangan MoU, ia mengapresiasi dan menyambut baik ajakan kerja sama di bidang tambang ini.

"Sumber daya alam di Papua sangat kaya, namun sumber daya manusianya terbatas. Jadi kami berharap kerja sama ini dapat membantu mengatasi kendala tersebut ke depannya,” kata Rektor Uncen.

Ruang lingkup nota kesepakatan antara Inalum dan Uncen diantaranya meliputi penyusunan rekomendasi kebijakan strategis untuk mendukung pengelolaan pertambangan, industri, dan energi yang berkelanjutan; serta mengembangkan pertambangan yang ramah lingkungan.

Saat ini MMII telah menandatangani nota kesepakatan dengan lembaga riset terkemuka dari Amerika Serikat, Massachusetts Institute of Technology Energy Initiatives (MITEI).

Kolaborasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pengembangan teknologi energi rendah karbon dan pertambangan yang berkelanjutan.

Kolaborasi dengan MITEI akan membantu Inalum mengembangkan proyek industri pertambangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, tetapi berbiaya rendah.

Holding Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 dimana Inalum menjadi Induk Usaha Holding dan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia sebagai anggota Holding.

Inalum memegang 65% saham PT Aneka Tambang Tbk., 65,02% saham PT Bukit Asam Tbk, 65% saham, PT Timah Tbk, dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia.

Sampai dengan Juni 2018, Inalum membukukan Pendapatan Konsolidasi sebesar Rp 30,1 triliun, tumbuh 59% dari tahun lalu. EBITDA Konsolidasi mencapai Rp 9,2 triliun, tumbuh 92% dari tahun lalu. Laba Bersih Konsolidasi mencapai Rp 5.3 triliun tumbuh 174% dari tahun 2017. (ant/gor)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA