Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di  Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Vaksin Sinovac dari Tiongkok kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu siang (18/4/2021). Foto: IST

Indonesia Kembali Kedatangan 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Senin, 6 September 2021 | 15:55 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, Investor.id - Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin COVID-19 jenis Sinovac sebanyak 5 juta dosis dalam bentuk jadi yang tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Senin (6/9).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan lima juta vaksin Sinovac hari ini merupakan kedatangan tahap ke 50, terhitung sejak 10 bulan lalu Indonesia perdana menerima vaksin Covid-19.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan stok untuk mencukupi kebutuhan vaksin di Indonesia”tutur Airlangga, dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (6/9).

Secara keseluruhan Indonesia telah menerima vaksin dari berbagai merek dalam bentuk jadi maupun bulk sebanyak 225,4 juta, jumlah ini mencakup 33 juta dosis Sinovac berbentuk jadi dan 153,9 juta berbentuk bulk, 19,5 juta dosis AstraZeneca, 8 juta dosis Moderna, 2,75 juta dosis Pfizer, serta 8,25 juta dosis Sinopharm.

“Secara keseluruhan Indonesia telah kedatangan 225,4 juta dosis vaksin dari berbagai merek baik berbentuk bulk maupun vaksin jadi,” tuturnya.

Airlangga menegaskan pemerintah selalu memastikan keamanan atau safety, mutu atau quality sekaligus khasiat untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh. Tak hanya itu, vaksin yang tersedia di Indonesia juga telah melalui proses evaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta rekomendasi dari Indonesia and Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), WHO dan para ahli. Dengan demikian, ia meminta masyarakat untuk tidak ragu saat menerima vaksin, sebab keamanannya sudah dijamin oleh pemerintah.

“Masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir untuk menerima vaksin karena semua merk vaksin berkhasiat untuk melindungi sehingga tidak perlu memilih-memilih. Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini,” tegasnya.

Meski begitu, Airlangga menekankan tetap pentingnya tetap menerapkan protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sekaligus 3T yaitu tracing, testing dan treatment harus diperkuat untuk pemulihan kesehatan, membangkitkan produktivitas serta mengakhiri pandemi.

“Kita terus waspada dan Indonesia harus terus mempersiapkan diri agar tidak terjadi wave-wave berikutnya,” jelasnya.

Dengan demikian, ia memastikan pemerintah akan terus mempercepat akselerasi program vaksinasi karena terdapat 208,2 juta masyarakat Indonesia yang ditargetkan untuk menerima vaksin ini.

“Bapak Presiden memerintahkan kepada para menteri dan kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi dan tentu perlu didistribusi secara cepat ke masyarakat agar tujuan dapat tercapai secara merata,” jelasnya.


 

Editor : Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN