Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Budi Sadikin dan Menparekraf Sandiaga Uno pada acara Sharing Session  Global Networking Night  bertema Creative Economic and Health Policies Post Covid, yang digelar pada Kamis (21/1/2021).

Menkes Budi Sadikin dan Menparekraf Sandiaga Uno pada acara Sharing Session Global Networking Night bertema Creative Economic and Health Policies Post Covid, yang digelar pada Kamis (21/1/2021).

HADAPI POTENSI PENDEMI MASA DEPAN,

Indonesia Wajib Bangun Sistem Kesehatan Publik Tangguh

Sabtu, 23 Januari 2021 | 12:12 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, krisis global yang terjadi saat ini berbeda tipikalnya dengan krisis yang terjadi pada tahun 1998, 2008, dan 2013. Pada tiga krisis terdahulu, persoalan  muncul dan membesar dari industri keuangan. Saat  ini, krisis terjadi karena dipicu merebaknya virus SARS-CoV-2.

“Ini adalah krisis kesehatan yang berujung pada krisis ekonomi. Sayangnya, resep mengatasi krisis kesehatan ini adalah lockdown. Saat lockdown, kontak fisik berkurang drastis. Padahal, kontak fisik adalah pilar utama dalam menjamin berputarnya roda perekonomian di seluruh negara,” kata Menkes melalui keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (23/1/2021).

Menkes hadir sebagai keynote speaker pada acara Sharing Session  Global Networking Night  bertema “Creative Economic and Health Policies Post Covid,” yang digelar pada Kamis (21/1/2021).  Pembicara lainnya adalah  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Presiden Harvard Club of Indonesia (HCI) yang juga  Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hukum dan Regulasi Melli Darsa.

Di hadapan para alumni Harvard Colleges and sekitar 11 Graduate Schools, Menkes mengungkapkan bahwa perbaikan ekonomi tidak akan terjadi selama masyarakat masih takut untuk  berinteraksi dan keluar rumah. Kepercayaan dan rasa aman  harus dimunculkan pada diri masing-masing orang, agar masyarakat tidak takut  beraktivitas di luar rumah melalui penerapan kebijakan yang tepat di sektor kesehatan.

“Ada empat strategi pemulihan kepercayaan publik yang harus dilakukan sesuai rekomendasi  World Health Organization (WHO),” jelas Menkes.

Pertama, diagnosa melalui testing, tracing, and treatment (3T). Kedua, jaminan adanya terapi yang tepat di rumah sakit dan penggunaan obat-obatan ketika Anda sakit. Ketiga, pemberian vaksin, dan keempat yakni meningkatkan kualitas sistem kesehatan publik,” ujarnya.

Menurut Menkes, pembangunan sistem kesehatan publik yang bagus harus dimulai sejak sekarang agar Indonesia tidak lagi kesulitan menghadapi potensi kemunculan pandemi di masa depan.

Selain itu, gerakan bersama harus dilakukan guna mendorong perubahan cara hidup dan perilaku masyarakat pascapandemi.

Dengan perubahan cara hidup dan pembiasaan praktik preventif alih-alih kuratif, akan ada banyak keuntungan yang diperoleh masyarakat. Selain hidup lebih sehat, produktivitas dan biaya untuk mengatasi masalah kesehatan akan berkurang. 

“Cara hidup sebelum dan sesudah pandemi akan berbeda. Kita harus menerima itu meski sulit untuk dilakukan. Kedua, saya akan memastikan strategi diagnosa melalui testing, tracing, dan treatment dilakukan secara baik hingga kita bisa melandaikan kurva. Upaya melandaikan kurva adalah strategi epidemiologis standar yang selama ini belum kita lakukan secara baik,” tuturnya.

Ia  juga menjamin pemenuhan hak setiap warga negara Indonesia untuk mendapat vaksin Covid-19 secara gratis. Sebab, ada dua prinsip yang harus dipahami pihak-pihak yang hendak membantu proses vaksinasi di Indonesia.

Pertama, sangat penting untuk tidak membuat impresi bahwa ada suatu kelompok yang dapat vaksin lebih dulu dibanding kelompok lain. Kedua, hak masyarakat mendapat vaksin gratis harus dijaga.

“Apabila ada masyarakat yang tidak mau vaksin gratis,  mereka bisa memilih jenis, tempat, dan waktu vaksinasi secara bebas yang tentunya tidak gratis. Pakai uang kalian sendiri, tapi kalian harus jamin vaksin diberikan gratis ke keluarga atau karyawan,” ujarnya.

Sementara itu, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan,  saat ini kementeriannya sedang fokus mengimplementasi disiplin protokol kesehatan pada seluruh lini industri pariwisata dan ekonomi kreatif,  sambil mempersiapkan program-program penanggulangan dampak pandemi pada sektor Parekraf. Dukungan di antaranya diberikan dalam bentuk memfasilitasi akomodasi kepada para tenaga medis, pasien yang harus dikarantina.

“Prioritas kami sekarang adalah berupaya bersama K/L terkait dalam merencanakan program-program stimulus agar pariwisata dan ekonomi kreatif kita bisa segera bangkit. Karena, menyangkut nasib lebih dari 30 juta pekerja sektor ini,” kata Sandiaga.

Dalam kurun 6-12 bulan ke depan, Kemenparekraf akan fokus meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara. Selain itu, upaya membangun ekosistem wisata kesehatan (healthy tourism), digital, dan berkelanjutan akan dilakukan seiring mulai bergesernya minat masyarakat untuk melancong ke objek-objek wisata alam dan budaya.

“Kondisi industri pariwisata belum bisa kembali ke titik normal sampai tiga pilar utama penanganan pandemi dilakukan secara baik dan disiplin, yakni proses vaksinasi, 3 T (testing, tracing, and treatment), serta 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker). Prediksi kami, butuh waktu 3-4 tahun bagi industri pariwisata untuk pulih seperti sedia kala,” ujarnya.

Presiden Harvard Club of Indonesia (HCI) yang juga  Wakil Ketua Umum Kadin  Indonesia Bidang Hukum dan Regulasi,  Melli Darsa  mengatakan,  kesiapan sektor kesehatan menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi. Selain itu, perhatian khusus harus diberikan terhadap upaya pemerintah segera memulihkan industri kreatif dan pariwisata yang menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia.

“Vaksin memang menjadi game changer. Dengan adanya vaksin dan vaksinasi telah dimulai di sejumlah negara termasuk Indonesia, kita bisa mulai segera menyusun strategi post-pandemic period, terutama untuk membangun kembali ekonomi dan kehidupan masyarakat, dan tentunya bagaimana roadmap dan strategi untuk memulihkan kembali sektor pariwisata yang adalah salah satu primadona ekonomi nasional,” ujar Melli.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN