Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto dan Menhan Prancis, Florence Parly, saat penandatanganan persetujuan kerja sama pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA), Senin, 28 Juni 2021. Foto: KBRI Prancis

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto dan Menhan Prancis, Florence Parly, saat penandatanganan persetujuan kerja sama pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA), Senin, 28 Juni 2021. Foto: KBRI Prancis

Indonesia-Prancis Teken Persetujuan Kerja Sama Pertahanan

Rabu, 30 Juni 2021 | 11:47 WIB
Natasia Christy Wahyuni

PARIS, investor.id - Indonesia dan Prancis resmi menandatangani persetujuan kerja sama pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) yang dilakukan antara Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto dan Menhan Prancis Florence Parly. Penandatanganan kerja sama dilakukan keduanya di Hôtel de Brienne, kantor Kementerian Pertahanan Prancis di Paris pada Senin (28/6/2021).

Pembentukan DCA merupakan kesepakatan dari pertemuan kedua menteri pada Januari 2020. Setelah melalui perundingan cukup panjang, kedua menteri menyepakati teks DCA tidak hanya menjadi payung penguatan kerja sama pertahanan tetapi juga memperkokoh kemitraan strategis kedua negara.

“DCA menjadi payung penting bagi kerja sama pertahanan yang komprehensif antara Indonesia dan Prancis ke depan yang saling menguntungkan di berbagai bidang yang menjadi kepentingan kedua negara," kata Menhan RI, Prabowo, dikutip dari siaran per Kedutaan Besar RI di Paris, hari ini  (30/6/2021).

DCA memperluas cakupan kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis. Beberapa bidang kerja sama yang akan menjadi fokus antara lain pendidikan dan pelatihan militer, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang industri pertahanan, kerja sama pasukan pemeliharaan perdamaian, pemberantasan terorisme, serta pengembangan dan penelitian industri pertahanan termasuk produksi bersama. 

Selain itu, DCA juga memuat kerja sama terkait bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana seperti pandemi Covid-19.

Lewat penandatanganan DCA, kedua negara juga berpeluang memaksimalkan potensi dan keunggulan (competitive advantage) kekuatan masing-masing seperti pengembangan keamanan siber dan kerja sama alutsista untuk memajukan kapasitas industri pertahanan Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari global production chain produk alat utama sistem senjata (alutsista).

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri saling bertukar pikiran atas berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama, khususnya upaya untuk memperkuat kerja sama pertahanan. Kedua menteri melihat banyak peluang kerja sama yang dapat segera dilakukan untuk dapat berkontribusi di kawasan, khususnya dalam mendukung implementasi ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) dan French Strategy in the Indo-Pacific.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN