Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mahasiswa berkumpul di siatu acara  Foto ilustrasi:  Istimewa

Mahasiswa berkumpul di siatu acara Foto ilustrasi: Istimewa

Industri dan PT Vokasi Harus Saling Perkuat Kerja Sama

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:08 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Perguruan tinggi (PT) penyelenggara pendidikan vokasi dan industri mempunyai hubungan saling membutuhkan. Perguruan tinggi vokasi membutuhkan industri untuk pengembangan sumber daya manusia sedangkan industri akan mendapatkan tenaga kerja yang paling berkualitas sehingga mampu untuk mendorong daya saing.

Presiden European Association of Higher Education Professionals, Urs Keller menyampaikan hal tersebut dalam seminar Generale-Chapter I: Switzerland bertajuk Strengthening International Partnership of Indonesia Vocational Higher Education yang diadakan oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Ia mengatakan satu dari sekian cara memperkuat kerjasama antara perguruan tinggi vokasi dengan industri adalah pengembangan sumber daya manusia, perguruan tinggi vokasi harus mampu berorientasi pada industri artinya mahasiswa vokasi tidak hanya belajar teori di kelas tetapi juga perlu lebih banyak belajar praktik di perusahaan.

Kualitas mahasiswa juga akan sangat dipengaruhi oleh tenaga pengajar yaitu dosen, dimana dosen dosen vokasi harus mempunyai pengalaman praktik di industri sesuai dengan mata perkuliahan.

“Dosen harus mempunyai pengalaman bertahun tahun di ranah yang mereka ajarkan, pengalaman praktik di industri juga bisa dilakukan selama dosen menjalankan tugas mengajar misalnya bekerja paruh waktu di industri dan magang,” ujar dia dalam keterangan persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (16/10).

Perguruan tinggi vokasi dan industri akan saling mendapatkan manfaat dari memberikan kesempatan magang kepada dosen atau mahasiswa vokasi, dari pihak perguruan tinggi, mahasiswa mereka akan mudah terserap oleh industri dan dosen bisa mendapatkan pengalaman untuk mereka ajarkan.

Segenap pemangku kepentingan juga harus memberikan perhatian kepada durasi magang insan vokasi industri, Swiss termasuk negara yang memiliki pendidikan vokasi yang terbaik di dunia, Kementerian, Pemerintah Daerah, Asosiasi dan Penyelenggara pendidikan pun terlibat penuh dalam menghubungkan pendidikan dan industri.

Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan saat ini industri pendidikan tidak boleh hanya fokus pada kemampuan teknis atau hard skill, institusi pendidikan vokasi juga harus memberikan perhatian pada soft skill dan karakter.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN