Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas kesehatan dari Pemrov DKI Jakarta menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga saat vaksinasi Covid-19 di bawah Jalan layang Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (2/8/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas kesehatan dari Pemrov DKI Jakarta menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga saat vaksinasi Covid-19 di bawah Jalan layang Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (2/8/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ini Strategi Anies Genjot Vaksinasi Jangkau 3 Juta Warga Ber-KTP DKI

Kamis, 19 Agustus 2021 | 15:00 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan strategi pihaknya menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk menjangkau seluruh warga DKI Jakarta yang menjadi sasaran target vaksin Covid-19. Anies mengakui, meskipun vaksinasi di Jakarta sudah mencapai 9,3 juta warga, namun 40% merupakan warga yang bukan ber-KTP Jakarta.

“Angka kita 9,3 juta (yang sudah divaksin dosis 1) itu, 40-an persen adalah warga luar Jakarta yang berkegiatan di sini (Jakarta), lalu lakukan vaksinasi. Kita masih perlu menjangkau, jumlahnya kira-kira 3 juta-an lagi,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/8/2021).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Karena itu, Anies akan menggerakan kader-kader dasawisma-PKK yang berada di setiap RT-RW untuk mengajak warga DKI Jakarta mengikuti vaksinasi Covid-19. Setiap kader dasawisma-PKK, kata dia, memegang 10 sampai 20 kepala keluarga.

“(Kader-kader) dasawisma PKK ini, mereka membawahi 10 sampai 20 kepala keluarga, mereka mendatangi, mengajak untuk mengikuti vaksinasi. Itu strategi utamanya,” tandas Anies.

Anies mengatakan strategi door to door ini dilakukan karena ternyata mayoritas warga Jakarta yang belum divaksin adalah mereka yang mobilitasnya rendah atau lebih banyak diam di rumah. Karena itu, kata dia, perlu dilakukan upaya jemput bola.

“Yang mobilitasnya tinggi, yang kerja rata-rata sudah divaksin semua. Tetapi mereka yang diam di rumah, tidak ada aktivitas, itu yang banyak belum divaksin. Jadi, kita akan menjangkau mereka,” pungkas Anies.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN