Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Investor Nilai Prospek Ekonomi RI Lebih Baik

Rabu, 27 Februari 2019 | 11:05 WIB

Berpatokan dengan realisasi ekonomi Indonesia yang masih positif, Nelwin menegaskan, sejauh ini para investor menilai prospek ekonomi RI masih lebih baik dari tahun lalu. Dengan asumsi tersebut, perusahaan sekuritas ini yakin arus investasi portofolio akan semakin banyak masuk ke Indonesia.

“Kondisi tersebut cukup berpengaruh positif terhadap rencana korporasi untuk mencari pendanaan di bursa saham dan surat utang, untuk mendukung keperluan ekspansi tahun ini. Namun demikian, kami akui, saat ini investor tengah selektif dalam hal mengoleksi saham perdana atau IPO,” tutur dia.

Menilik pipeline yang telah digenggam Bahana Sekuritas sampai 25 Februari 2019, kata Nelwin, perseroan telah meraih mandat untuk membawa tiga perusahaan menggelar IPO saham dengan target dana total Rp 3 triliun. Sedangkan pada 2018, Bahana Sekuritas telah mengantarkan sejumlah korporasi melangsungkan IPO saham, seperti PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dengan perolehan dana IPO sebesar Rp 835 miliar dan PT BRI Syariah Tbk (BRIS) dengan perolehan dana Rp 1,34 triliun.

Sementara itu, untuk pipeline penjamin pelaksana emisi efek obligasi, lanjut Nelwin, sejauh ini pihaknya memperkirakan dapat membantu lima korporasi untuk menggalang dana senilai Rp 5 triliun pada 2019.

Sedangkan pada 2018, Bahana Sekuritas telah membantu 23 korporasi untuk meraih dana dari instrumen obligasi sekitar Rp 20 triliun.

”Adapun dalam periode 1 Januari- 25 Februari 2019, Bahana Sekuritas telah membantu PT PLN menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 3,26 triliun. Di samping menangani pipeline emisi obligasi korporasi, kami juga bertindak sebagai co-manager untuk penerbitan sukuk global pemerintah yang sebesar US$ 2 miliar. Untuk penawaran sukuk global, pemerintah RI meraih kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 3,8 kali, atau setara dengan permintaan yang masuk lebih dari US$ 7 miliar,” papar Nelwin. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/penggalangan-dana-capai-rp-200-250-triliun/185942

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA