Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

IPW Dukung Wakapolri Usut Penyimpangan Ditlantas

Senin, 12 Mei 2014 | 15:12 WIB
Anis Rifatul Ummah

JAKARTA-  Indonesi Police Watch (IPW) mendukung dan memberi apresiasi langkah Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti yang masih terus mengusut penyimpangan di Ditlantas Polda Metro Jaya dan Jatim. Namun langkah tersebut harus dilakukan secara konsisten, dengan misi melakukan perubahan gaya hidup maupun kinerja kepolisian.

Langkah Polri yang mencopot sejumlah pejabat di Ditlantas Polda Metro dan Jatim diakui IPW mampu memberi terapi kejut. Tapi langkah itu saja tidak cukup. "Bagaimana pun setelah pencopotan harus ada proses hukum yang konkret, yakni pejabat yg terlibat dibawa ke pengadilan Tipikor dan dikenakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada SP, Senin (12/5).

Untuk itu IPW menilai ada empat poin penting yg harus dilakukan Polri pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lalulintas. Pertama, hasil OTT diumumkan secara transparan ke publik dan kemudian para pejabatnya dikenakan UU TPPU. Kedua, OTT tidak hanya mengkoyo-koyo jajaran lalulintas, tapi juga reserse, logistik untuk membersihkan mafia proyek, dan SDM untuk membersihkan mafia pendidikan SPN, PTIK, Sespim, Sespati maupun mafia jabatan.

Ketiga, OTT harus memburu para jenderal atau anggota Polri yang gemar memakai barang-barang mewah dan bermerek mahal serta memburu asal usul kekayaannya. Keempat, OTT perlu diarahkan untuk memburu istri-istri jenderal maupun perwira polisi yang gila belanja dan gila menggunakan merek-merek mewah serta berlagak sebagai sosialita. Sebab gaji anggota polisi, bahkan gaji jenderal sekali pun tidak akan cukup untuk mengakomodir gaya hidup sosialita yang ditunjukkan sebagian istri jenderal polisi.

Sebab bukan rahasia umum ada sejumlah istri jenderal polisi disebut-sebut gemar berbelanja ke luar negeri dan menghabiskan uang ratusan juta rupiah.

Semua ini harus dibersihkan karena zaman sudah berubah dan Mabes Polri jangan hanya membersihkan jajaran bawah tapi juga harus membersihkan jajaran atas dan elit Polri yang bergaya hidup hedonis. (G-5/SP)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN