Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri dan Pembina Universitas Pelita Harapan (UPH) James T Riady mengunjungi tempat penampungan sementara para migran dan pencari suaka di gedung eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, 26 Juli 2019.  Foto: Suara Pembaruan / Ruth Semiono

Pendiri dan Pembina Universitas Pelita Harapan (UPH) James T Riady mengunjungi tempat penampungan sementara para migran dan pencari suaka di gedung eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, 26 Juli 2019. Foto: Suara Pembaruan / Ruth Semiono

James Riady: Pengungsi Butuh Pertolongan dan Kepedulian

Jumat, 26 Juli 2019 | 22:43 WIB

JAKARTA, investor.id - Pendiri dan Pembina Universitas Pelita Harapan (UPH) James T Riady mengunjungi tempat penampungan sementara para migran dan pencari suaka di gedung eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jumat (26/7/2019). James yang didampingi oleh putrinya, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, Caroline Riady, berbincang dengan puluhan pengungsi yang mengelilinginya untuk menyampaikan keluhan mereka.

James mengatakan krisis pengungsi adalah masalah global yang juga berdampak kepada Indonesia. Jumlah pengungsi di seluruh Indonesia mencapai 14.000 orang, khusus di penampungan Kalideres sebanyak 1.400 orang. James berharap semua orang ikut membantu dalam penanganan masalah ini.

 

“Kami mengharapkan setiap orang punya hati, punya kesadaran bahwa mereka ini butuh pertolongan, doa, kepedulian, dan saya sangat bersyukur karena saya melihat pekerjaan yang sudah dilakukan (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta itu luar biasa,” kata James, yang juga menjabat wakil ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang kesehatan dan pendidikan.

Ini merupakan kunjungan kedua James ke tempat penampungan sementara migran di Kalideres. Turut dalam kunjungan kali ini Kepala Perwakilan Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (UNHCR) di Indonesia, Thomas Vargas, Kepala Misi Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Dejan Micevski, Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian A Ruddyard, Direktur Hak Asasi Manusia (HAM) dan Isu Kemanusiaan Kemlu Achsanul Habib, dan Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah.

Pendiri dan Pembina Universitas Pelita Harapan (UPH) James T Riady mengunjungi tempat penampungan sementara para migran dan pencari suaka di gedung eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, 26 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Ruth Semiono )
Pendiri dan Pembina Universitas Pelita Harapan (UPH) James T Riady mengunjungi tempat penampungan sementara para migran dan pencari suaka di gedung eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, 26 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Ruth Semiono )

“Kami sangat bersyukur dapat kesempatan diundang Kemlu dan DKI, juga dari UNHCR dan IOM untuk meninjau ke sini dalam rangka harapan mereka supaya ada public private partnership,” kata James.

James mengapresiasi peran Pemprov DKI Jakarta dalam membantu para pencari suaka ini, termasuk menyediakan tempat penampungan. Dia menilai tempat tersebut tertib dan cukup bersih.

“Dengan segala kekurangan tapi semuanya, sistem berjalan, pelayanan berjalan. Saya kira DKI, Pak Anies (Baswedan) dan jajarannya patut diberikan apresiasi dan harapan kami (ini) diteruskan,” ujar James.

James juga menyampaikan harapan agar negara-negara penandatangan Konvensi Pengungsi tahun 1951 bisa memenuhi janji mereka untuk menerima para pengungsi. Kesediaan negara-negara tersebut untuk menerima pengungsi akan mempercepat proses bagi pengungsi dapat hidup lebih baik.

“Kesediaan mereka untuk menerima itu yang memberikan harapan bagi pengungsi yang ingin melewati Indonesia ke sana, ke negara akhir. Jadi kita harapkan negara-negara (penandatangan konvensi) itu ikhlas, sesuai janji, komitmen mereka agar proses ini lebih lancar,” kata James.

Pendiri dan Pembina Universitas Pelita Harapan (UPH) James T Riady (tengah) mengunjungi tempat penampungan sementara para migran dan pencari suaka di gedung eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, 26 Juli 2019.  Foto: SP/Ruth Semiono
Pendiri dan Pembina Universitas Pelita Harapan (UPH) James T Riady (tengah) mengunjungi tempat penampungan sementara para migran dan pencari suaka di gedung eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, 26 Juli 2019. Foto: SP/Ruth Semiono

Bantuan Kesehatan dan Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, James juga menyampaikan inisiatif UPH dan Siloam Hospitals Group untuk memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan dan pendidikan bagi para migran dan pencari suaka.

Lebih dari 800 migran telah menjalani pemeriksaan kesehatan sejak Jumat pagi, di antaranya 298 balita dan sekitar 200 ibu (termasuk sekitar 40 ibu hamil). Sebanyak 10 dokter dilibatkan dalam aktivitas tersebut, ditambah bantuan belasan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Keperawatan UPH.

Untuk bantuan pendidikan, UPH berinisiatif membuka fasilitas pembelajaran yang diberi nama “Helping Hands Outreach” di salah satu ruko dekat tempat penampungan sementara para migran. Anak-anak migran diharapkan bisa mengisi waktu dengan belajar di tempat itu.

“Kita melihat banyak anak-anak kecil, jadi hari ini ada 'Helping Hands Outreach', kerja sama dengan UPH untuk mengadakan pusat pembelajaran. Jadi di kelas anak-anak itu seharian, sehingga setidaknya ibu-ibu bisa dibebaskan untuk mengerjakan hal-hal lain,” kata James. (b1)

Sumber : Suara Pembaruan

BAGIKAN