Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Jangan Anggap Enteng Neuropati

Minggu, 23 April 2017 | 14:26 WIB

Apakah Anda sering merasa kesemutan dan kebas pada tangan dan kaki? Ada kemungkinan Anda berisiko mengalami neuropati atau kerusakan pada saraf tepi. Ya, rasa kesemutan dan kebas merupakan beberapa gejala dari neuropati.

 

Sayangnya, penyakit ini kerap disepelekan alias dianggap remeh. Padahal, saraf yang rusak sangat sulit untuk diperbaiki sehingga bisa memengaruhi kualitas hidup, salah satunya penurunan kekuatan motorik.

 

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Pusat dr Manfaluthy Hakim SpS(K) mengungkapkan, kerusakan sel saraf tepi berisiko terjadi pada penderita diabetes, minuman beralkohol, usia lanjut, defisiensi vitamin, khususnya vitamin B1 dan B12, gaya hidup tidak sehat, dan aktivitas dengan gerakan berulang.

 

“Gejala neuropati adalah kesemutan, kram, rasa terbakar, kaku-kaku, kulit mengilap, dan mati rasa,” tutur dokter yang akrap disapa dr Luthy itu di sela peluncuran kampaye Bergerak Bersama #Lawan Neuropati di Jakarta, belum lama ini.

 

Menurut Luthy, jika tidak segera ditangani, neuropati pun dapat menurunkan kualitas hidup. Misalnya penurunan kekuatan motorik, penuruan sensasi rasa sehingga mudah terluka, impotensi, depresi, penuruan berat badan, dan luka.

 

Kerusakan saraf akan bersifat irreversible apabila kehilangan serabu saraf di atas 50%. Pengobatan dini atau pencegahan adalah hal penting dilakukan untuk mencegah kerusakan saraf yang irreversible. “Serabut saraf bisa melakukan regenerasi apabila neuropati didiagnosis lebih awal,” ujar dia.

 

Luthy menjaskan, banyak orang menyepelekan neuropati karena mereka masih belum sadar terhadap peran penting saraf dalam tubuh. Sistem saraf merupakan sistem di dalam tubuh manusia yang terdiri atas sistem saraf pusat dan system saraf tepi.

 

Saraf tepi, kata dia, berfungsi sebagai penghubung antara saraf pusat, yaitu otak dan sumsum belakang, dengan seluruh organ tubuh berupa organ dalam, mata, pendengaran, kelenjar keringat, kulit, dan otot-otot.

 

Maka pencegahan dan pengobatan dini neuropati sangat penting untuk dilakukan. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menjalani gaya hidup sehat, melakukan deteksi awal neuropati, melakukan olahraga secara teratur, seperti neuromove, serta mencukupi asupan vitamin neurotropik, yaitu vitamin B1, B6, dan B12 supaya saraf dapat bekerja dengan baik.

 

“Selain itu, konsumsi pula makanan sehari-hari yang mengandung vitamin B1, B6, dan B12. Sebut saja jenis kacang-kacangan dan beras merah,” papar dia.

 

Fungsi Saraf

Dr Luthy mengungkapkan, vitamin neurotropik bekerja menormalkan fungsi saraf melalui perbaikan gangguan metabolisme sel saraf, dengan memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf dapat bekerja dengan baik.

 

Vitamin neurotropik juga terlibat dalam metabolism energi sel, sehingga dapat dipakai untuk mengatasi kelelahan dan membantu dalam masa penyembuhan penyakit.

 

Tidak hanya itu, vitamin neurotropik sangat berpengaruh pada saraf yang mengalami neuropati akibat diabetes. “Setelah delapan minggu mengonsumsi vitamin neurotropik, kecepatan hantar saraf bakal meningkat,” ujar dia.

 

Sementara itu, Direktur Divisi Consumer Health PT Merck Tbk Holger Guenzel mengatakan, gerakan bertema Bergerak Bersama #Lawan Neuropati yang digelar perseroan bersama Perdossi merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat menyadari pentingnya saraf tepi sekaligus berupaya menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN