Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Jangan Sakiti Hati Rakyat

Selasa, 2 Agustus 2011 | 09:23 WIB
Antara

Korupsi/koruptor merupakan ancaman yang menakutkan di negeri ini. Ketika Orde Baru berkuasa ada sebuah anggapan bahwa korupsi, kolusi, dan nepotisme tumbuh (KKN) bertumbuh subur di masa itu. Namun, saat reformasi berjalan keadaannya bukan semakin lebih baik, justru semakin parah.

Bahkan ada yang terang-terangan mengusulkan sebaiknya koruptor dimaafkan atau diampuni. Begitu pula Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya dibubarkan saja.

Ini sebuah usulan yang sungguh mencengangkan. Sebagai produk reformasi, KPK merupakan badan yang bekerja untuk membasmi koruptor yang kini tumbuh bagaikan jamur. Bagaimana negeri ini mau maju makmur jika koruptor dibiarkan tumbuh subur. Yang lebih memalukan lagi usulan pembubaran KPK dan memaafkan koruptor itu datang dari Ketua DPR Marzuki Alie.

Usulan ketua DPR tentang penghapusan KPK dan pemaafan terhadap koruptor merupakan sebuah ide yang tidak cerdas dan tidak layak. Apalagi ini dilontarkan ketika seluruh elemen bangsa tengah berperang melawan korupsi.

Dengan pernyataannya itu, Marzuki Alie telah menyakiti hati rakyat. Bukan kali ini saja, sebelumnya ketua DPR itu juga mengeluarkan pernyataan tentang tsunami yang menyudutkan warga terkena musibah tersebut.

Sebenarnya, apa kepentingan Marzuki sebagai ketua DPR dengan mengeluarkan pernyataan yang terkesan bukan mewakili rakyat?

Pernyataan Marzuki sungguh menyakitkan rakyat, apa lagi Marzuki merupakan bagian dari partai penguasa. Perjuangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberantas korupsi terkesan dihambat oleh kader partainya sendiri. Ini merupakan sesuatu yang ironis.

Pemberantasn korupsi di negeri ini harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini masalah bangsa. Kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. KPK hadir sebagai buldoser pemberantasan korupsi yang amat diperlukan saat ini. Rakyat Indonesia sudah terlalu lama menderita akibat praktik korupsi yang sudah sangat akut.

Kita harapkan tak ada lagi wakil rakyat yang mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hati rakyat. Sudah saatnya para wakil rakyat menjaga ucapannya, karena apa yang dikatakannya diperhatikan publik.

Abidir Ilham
Jl Pondok Labu Raya 85
Jakarta Selatan

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN