Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BNPB Pusat, Doni Munardo dan Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan   Syadzily didampingi Direktur Utama Jasa Tirta II U. Saefudin Noer, Kasdam III Siliwangi, Brigjen Dwi Jati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jabar Eddy Iskandar Muda Nasution, Ketua Harian Satgas Citarum Harum Dedi Kusnadi Thamim meninjau Situ Cisanti.

Kepala BNPB Pusat, Doni Munardo dan Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily didampingi Direktur Utama Jasa Tirta II U. Saefudin Noer, Kasdam III Siliwangi, Brigjen Dwi Jati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jabar Eddy Iskandar Muda Nasution, Ketua Harian Satgas Citarum Harum Dedi Kusnadi Thamim meninjau Situ Cisanti.

Jasa Tirta II Tanam 1 Juta Pohon untuk Program Citarum Harum

Frans S. Imung, Minggu, 23 Februari 2020 | 23:09 WIB

KABUPATEN BANDUNG, investor.id  - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Letjen Doni Monardo bersama Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia TB. H. Ace Hasan Syadzily  meninjau secara langsung kondisi pembibitan pohon untuk Program Citarum Harum. Keduanya sekaligus meninjau  Situ Cisanti yang merupan sumber mata air Sungai Citarum di Desa Tarumajaya Kec. Kertasari Kabupaten Bandung (22/2/2020).

Dalam kunjungan kerjanya ke Situ Cisanti, Kepala BNPB Pusat dan Komisi VIII DPR RI didampingi oleh Direktur Utama Jasa Tirta II U. Saefudin Noer, Kasdam III Siliwangi, Brigjen Dwi Jati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jabar Eddy Iskandar Muda Nasution, Ketua Harian Satgas Citarum Harum Dedi Kusnadi Thamim. 

Menurut TB. H. Ace Hasan Syadzily, kunjungan ke hulu Sungai Citarum ini merupakan salah satu bentuk pencegahan bencana dengan memperhatikan kondisi hulu sungai. "Kami Komisi VIII DPR RI sedang merevisi Undang-Undang penanggulangan bencana. Salah satu poin penting bagaimana melibatkan semua komponen masyarakat seperti TNI - Polri, Pemerintah pusat dan daerah, BUMN, pabrik dan masyarakat bisa bersinergi untuk melakukan pencegahan bencana salah satunya dengan memelihara hulu sungai," ucap TB. H. Ace Hasan Syadzily.

Menurut Direktur Utama Jasa Tirta II, Saefudin Noer, kelestarian Situ Cisanti menjadi hal yang vital bagi Sungai Citarum.  Itu sebabnya, Jasa Tirta II sebagai salah satu BUMN  yang punya otoritas  melakukan pemeliharaan rutin atas Situ Cisanti. 

Manajemen pengendalian bencana akan bisa dilakukan dengan upaya pencegahan yang dilakukan sebaik-baiknya. Daerah-daerah kritis bencana seperti hulu Sungai Citarum, menurut Saefudin Noer,  bukan hanya berisiko bagi Kabupaten  Bandung  tetapi juga  bagi Jakarta. 

 Sungai Citarum  menjadi sumber mata air  penting bagi Indonesia  karena itu upaya penanggulangan bencana harus terus dilakukan sejak dari level pencegahan. Caranya dengan  mengidentifikasi daerah-daerah yang memang menjadi sumber  bencana. “Salah satu bentuk pencegahan bencana yg dilakukan Jasa Tirta II adalah dengan memelihara kebersihan di Situ Cisanti agar senantiasa terjaga dan asri serta dapat terus mengaliri Sungai Citarum,” ucap  Saefudin Noer. 

Meninjau Kondisi Situ Cisanti
Meninjau Kondisi Situ Cisanti

Selama ini, Jasa Tirta II  tidak hanya membersihkan Situ Cisanti, tetapi juga bersinergi menjaga kawasan resapan air bersama Perhutani dan PTPN VIII serta gotong royong dengan masyarakat.  Banjir yang kerap kali meluap dari Sungai Citarum salah satunya akibat daerah resapan air yang berkurang. 

"Selain operasi dan pemeliharaan wilayah sungai Citarum dan sebagian Ciliwung- Cisadane, Jasa Tirta II secara aktif melakukan gerakan konservasi. Di Tahun 2020 ini, bersama Satgas Citarum Harum Jasa Tirta II akan melakukan penanaman 1 juta bibit pohon di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum untuk menambah resapan air,"kata Saefudin Noer. 

Tak hanya itu, Jasa Tirta II juga memiliki program konservasi seperti penanaman pohon, program biogas berbasis pemberdayaan masyarakat, penataan sungai-sungai mati (oxbow) dan kegiatan operasi dan pemeliharan di DAS Citarum yang termasuk wilayah kerja Jasa Tirta II.

Program biogas berbasis pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk mengatasi pencemaran kotoran ternak di Sungai Cisangkuy sebagai salah satu anak Sungai Citarum melalui aplikasi biogas untuk pengelolaan limbah. Selain untuk mengurangi pencemaran, program biogas juga didorong untuk dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi para peternak. 

“Untuk mendukung program Citarum Harum, Jasa Tirta II melakukan operasi dan pemeliharaan di DAS Citarum, seperti pengangkatan eceng gondok, pengerukan sedimentasi, babadan rumput, konservasi di Waduk, bendung, saluran-saluran,”pungkas Saefudin Noer.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN