Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ancaman keamanan siber. (Foto ilustrasi: Istimewa)

Ancaman keamanan siber. (Foto ilustrasi: Istimewa)

Jepang Pertimbangkan Bentuk Badan Pertahanan Perangi Serangan Siber

Kamis, 24 Nov 2022 | 14:41 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

TOKYO, investor.id – Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan pembentukan organisasi baru untuk memimpin negara itu dalam perang melawan serangan dunia maya atau serangan siber.

Organisasi baru itu bila terbentuk akan memiliki kendali atas unit-unit pertahanan dan pasukan polisi untuk mengatasi serangan siber, kata sumber-sumber pemerintah Jepang.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Kejutan Lagi! Jepang Tumbangkan Jerman

Pemerintah berusaha untuk mengatur anggaran keamanan baru pada tahun fiskal 2024 yang mencakup badan baru yang direncanakan untuk melawan serangan siber itu. Ini akan memperluas peran National Center of Incident Readiness and Strategy for Cybersecurity atau NISC, kata sumber pemerintah Jepang, dilansir dari Antara Kamis (24/11).

Advertisement

Kepala organisasi itu nantinya akan bekerja sama dengan kepala organisasi-organisasi keamanan siber Amerika Serikat (AS) dan Eropa, termasuk Kantor Direktur Siber Nasional Gedung Putih. Kerja sama itu bertujuan untuk memperkuat langkah tanggapan Jepang terhadap serangan siber.

Rencana pembentukan organisasi keamanan siber tersebut mencerminkan pemahaman Jepang tentang kebutuhan mendesak untuk menghilangkan perpecahan, serta menciptakan pertahanan bersatu melawan serangan sambil memperdalam kerja sama internasional.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jepang Melonjak, WNI Diimbau Jaga Diri

Pemerintah Jepang juga sedang mempertimbangkan pengajuan rancangan undang-undang yang diperlukan untuk meluncurkan pembentukan organisasi atau badan tersebut ke parlemen pada musim gugur mendatang.

Pemerintah berupaya memberi badan itu kekuatan untuk melakukan pertahanan siber aktif demi mencegah serangan sebelum terjadi. Namun, rencana pembentukan organisasi tersebut dapat menghadapi rintangan karena ada pandangan bahwa hal itu akan melanggar kerahasiaan komunikasi yang dijamin di bawah Konstitusi Jepang.

Badan baru itu kemungkinan akan dibentuk di bawah Sekretariat Keamanan Nasional Sekretariat Kabinet Jepang dan memimpin pasukan keamanan siber di dalam organisasi Pasukan Bela Diri dan Badan Kepolisian Nasional Jepang.

Saat ini, NISC berbagi informasi tentang serangan siber dengan kementerian dan lembaga terkait serta perusahaan swasta dengan infrastruktur penting. Mamun mereka masih harus melawan sendiri serangan siber.

Jepang telah mengalami peningkatan serangan siber yang menyebabkan kebocoran informasi dan serangan ransomware dalam beberapa tahun terakhir.

Ransomware adalah jenis perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke sistem komputer, hingga sejumlah uang tebusan dibayarkan.

Baca juga: Warren Buffett Borong Saham di 5 Trading House Raksasa Jepang, Sahamnya Melonjak

Secara internasional, serangan dunia maya tingkat tinggi telah mencakup serangan besar-besaran di Ukraina oleh kelompok peretasan di Rusia menjelang invasi negara itu ke tetangganya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com