Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Jika Terlalu Lama Menunda Wanita Bisa Sulit Hamil

Selasa, 16 Desember 2014 | 15:34 WIB
Oleh Herman

JAKARTA- Bagi Anda pasangan yang baru saja menikah, sebaiknya jangan terlalu lama menunda memiliki momongan. Sebab jika terlalu lama menunda, istri Anda akan kesulitan hamil.

Konsultan Fertility dari Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Budi Wiweko mengatakan, menunda kehamilan memang tidak membahayakan, asalkan tidak terlalu lama karena itu berkaitan dengan tingkat keseburan wanita.

Pasalnya di usia 30-an tahun, tingkat kesuburan seorang wanita mulai menurun, sehingga bisa mengalami kesulitan dalam mendapatkan momongan.

"Semakin bertambahnya usia, tingkat kesuburannya akan semakin menurun. Saat baru lahir, jumlah sel telurnya ada sekitar 700.000. Ketika masa pubertas, jumlahnya tinggal 400.000, dan hanya sisa 25.000 saja di usia 37 tahun sampai akhirnya menopause," terang Budi Wiweko di Jakarta, Selasa (16/12).

Usia wanita yang terlalu tua juga bisa memengaruhi keberhasilan program bayi tabung bila ternyata mengalami masalah gangguan kesuburan. "Kalau melakukan program bayi tabung setelah usia 40 tahun, tingkat keberhasilannya akan semakin kecil karena kualitas sel telurnya sudah tidak sebaik saat masih muda," imbuhnya.

Pada wanita, lanjut Budi, usia 20 – 30 tahun merupakan usia yang ideal untuk hamil karena tingkat kesuburannya masih tinggi. Berbeda halnya dengan pria yang tetap bisa memproduksi sperma sampai usia tua. Namun kualitas sperma yang dihasilkan tersebut sangat bergantung pada gaya hidup dan juga kondisi kesehatannya.

"Walau tetap bisa menghasilkan sperma, namun belum tentu bisa membuahi sel telur karena kualitas spermanya yang tidak baik. Salah satu penyebabnya karena kebiasaan merokok," tambah Budi. (b1/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN