Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tower 4 Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta,  Foto: Joanito De Saojoao

Tower 4 Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Foto: Joanito De Saojoao

Jokowi Bersyukur BOR di Wisma Atlet Turun Jadi 38%

Jumat, 30 Juli 2021 | 11:16 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id   – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate-BOR) di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta sudah menurun hingga 38%.

“Tadi pagi saya sudah mengecek di Wisma Atlet. Dulu yang hampir 90%, pagi tadi saya cek, angka keterisian dari tempat tidur di angka 38%, dulunya 90%, hampir penuh,” kata Jokowi di hadapan para pedagang UMKM dalam acara pembagian Banpres Produktif di halaman Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Mendengar kabar tersebut, Jokowi merasa bersyukur. Karena menunjukkan laju penularan Covid-19 sudah bisa dikendalikan. Tidak hanya itu, ia juga melihat angka keterisian tempat tidur di wilayah Pulau Jawa sudah mulai melandai.

“Ini juga patut kita syukuri, saya lihat angka-angka tadi, wilayah-wilayah di Pulau Jawa sudah mulai melandai, turun pelan-pelan,” ujar Jokowi.

Tapi sayangnya keberhasilan pengendalian laju penambahan kasus Covid-19 di Pulau Jawa tidak diiringi dengan daerah di luar Pulau Jawa, yang justru mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Tetapi di luar Jawa gantian, naik. Inilah memang varian delta, ini penularannya sangat cepat sekali,” ungkap Jokowi.

Varian Delta

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan ia merasa lega dan bersyukur lonjakan kasus baru akibat varian delta Covid-19 sudah berhasil direm dengan penerapan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali, juga di luar Pulau Jawa dan Bali.

Dengan munculnya virus delta di Indonesia, maka penambahan jumlah kasus positif Covid-19 menjadi naik drastis. Sehingga tidak ada jalan lain bagi pemerintah untuk mengerem laju penularan virus tersebut dengan memberlakukan kebijakan PPKM Darurat, khususnya di wilayah Jawa dan Bali.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN