Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Jokowi Harapkan Indonesia Bisa Wujudkan Pendidikan Inklusif Berkualitas

Minggu, 2 Mei 2021 | 22:48 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kemajuan pendidikan yang ingin dilihat adalah pendidikan  untuk semua, yakni pendidikan inklusif  hingga ke pinggiran dan pelosok Tanah Air  dengan mengedepankan kualitas dan kompetitif.

“Dua-duanya harus berjalan  bersamaan dan saya tugaskan ke Mas Menteri (Mendikbudristek, red)," kata Jokowi  saat berdialog dengan  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam siniar atau podcast tentang Hari Pendidikan Nasional  2021, Minggu (2/5/2021).

Jokowi menyebutkan,  pada masa pandemi  ini terjadi percepatan untuk digitalisasi.  Jokowi juga kembali  bertanya kepada Mendikbudristek  terkait proses pembelajaran jarak jauh (PJJ)  yang berlangsung di lapangan saat ini.

Merespons hal tersebut, Nadiem mengakui, pelaksanaan PJJ  terdapat banyak kendala karena banyak  peserta didik tidak memiliki gawai dan jaringan internet. Bahkan, secara dunia, kualitas pembelajaran terjadi penurunan.

Begitu begitu, Nadiem menegaskan,  hal yang dipelajari oleh guru dan siswa mengenai platform digital  menjadi kesempatan emas untuk mengikuti perkembangan dan dimanfaatkan untuk transformasi pendidikan yakni secara hybrid atau campuran.

“Walaupun anak telah kembali ke sekolah, nanti  berbagai macam platform teknologi  akan meningkatkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan murid dengan cara- cara yang tidak bisa kita prediksi  tetapi kesempatannya banyak sekali,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Nadiem menyebutkan, telah melakukan beberapa terobosan selama pandemi ini. Salah satunya,  digitalisasi sekolah  yang menjadi fokus utama  program Merdeka Belajar. Selai itu, ada beberapa program.

Pertama, Ujian Nasional (UN) diubah menjadi Asesmen Nasional (AN), yakni saat ini bukan hanya mengukur informasi tetap kemampuan numerasi, dan literasi, yakni kemampuan bernalar  sesuai dengan standar internasional.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, kita akan mengadakan survei karakter, dimana nilai-nilai Pancasila dapat kita ukur dan kuantifikasi per sekolah. Isu-isu seperti intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan dapat kita ukur dan menjadi salah satu program big data pertama Indonesia,” jelasnya.

Kedua, Program Guru Penggerak dalam upaya regenerasi kepemimpinan yakni kepala-kepala sekolah, pengawas  sekolah, guru-guru akan  muncul dari alumni  Guru Penggerak. 

Ketiga, Transparansi keuangan, skema dana bantuan operasional sekolah (BOS)  langsung ditransfer ke sekolah. Selain itu, kepala sekolah lebih fleksibilitas menggunakan dana BOS sesuai dengan kebutuhan sekolah.  Selain itu, adanya kebijakan  Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka dan dana BOS majemuk dan magang di industri  sebanyak 20 sistem kredit semester (SKS). 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN