Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: BSTV

Presiden Joko Widodo. Foto: BSTV

Jokowi Ingatkan Kemungkinan Terjadinya Penyebaran Covid Gelombang Kedua

Selasa, 28 Juli 2020 | 09:58 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menteri untuk terus mewaspadai serta mengantisipasi terhadap kemungkinan risiko terjadinya gelombang kedua (second wave) penyebaran Covid-19 di tengah ketidakpastian ekonomi dunia saat ini.

Presiden Jokowi juga mengingatkan tentang kemungkinan terus berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global hingga tahun 2021 mendatang.

“Kita harus waspadai kemungkinan dan mengantisipasi terhadap risiko terjadinya gelombang kedua (second wave) dan masih berlanjutnya, sekali lagi, ketidakpastian ekonomi global pada tahun 2021,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju melalui video conference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7/2020).

Rapat yang dihadiri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin membahas tentang Rancangan Postur APBN Tahun 2021.

Ia mengatakan, dalam situasi yang tidak menentu ini jajaran menteri terkait harus mengkalkulasi secara cermat indikator-indikator ekonomi makro agar krisis yang dihadapi Indonesia tidak semakin mendalam.

”Hati-hati. Harus optimistis, tapi juga harus realistis dengan mempertimbangkan kondisi dan proyeksi terkini,” ujarnya.

Menurut Presiden Jokowi situasi ekonomi global saat ini berkembang sangat dinamis dan penuh dengan ketidakpastian.

Sejumlah lembaga keuangan dunia, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga selalu merevisi prediksi atas pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 maupun perkiraan pada 2021.

“Artinya, masih penuh ketidakpastian. Meskipun pada tahun 2021, IMF, Bank Dunia, dan OECD meyakini bahwa perekonomian akan mulai tumbuh positif pada tahun 2021. Bahkan, IMF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4%. Ini sebuah perkiraan yang sangat tinggi, menurut saya. Bank Dunia 4,2% dan OECD 2,8-5,2%,” katanya.

Di sisi lain, Presiden Jokowi bersyukur apabila prediksi pertumbuhan yang disampaikan lembaga-lembaga keuangan dunia tepat sasaran, Indonesia semestinya berada pada posisi ekonomi yang pertumbuhan di atas pertumbuhan ekonomi dunia.

“Dan, Indonesia juga diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok. Kalau proyeksi ini benar, patut kita syukuri,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN