Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi memberi keterangan pers di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Foto: istimewa

Presiden Jokowi memberi keterangan pers di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Foto: istimewa

Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Prancis Macron

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 16:50 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macro yang telah menghina agama Islam di seluruh dunia. Hal itu disampaikan Jokowi ketika bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin menggelar pertemuan pemuka agama dari berbagai organisasi keagamaan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menegaskan sikap pemerintah terhadap aksi kekerasan yang terjadi di Paris, Prancis yang telah memakan korban jiwa.

"Mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa," kata Jokowi.

"Yang kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia, yang bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia," tegasnya.

Jokowi menyayangkan peristiwa itu terjadi di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya kebebasan berekespresi yang menciderai kehormatan kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

"Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun," jelas Jokowi.

Kemudian Kepala Negara menyatakan Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik.

Pertemuan tersebut diikuti berbagai organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN