Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Jokowi Pastikan Situasi Kembali Normal Saat Dimulai Vaksinasi

Kamis, 1 Oktober 2020 | 16:27 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

LABUAN BAJO, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis situasi negeri ini akan kembali normal saat dimulai vaksinasi massal di seluruh Indonesia.

Rencananya vaksinasi massal akan dimulai pada Januari 2021. Saat ini, pemerintah sedang mengupayakan untuk mendatangkan 20-30 juta vaksin virus Corona, pada November hingga Desember mendatang. Vaksin itu diproduksi perusahaan Sinovac asal Tiongkok dan G42 dari Uni Emirat Arab.

“Kapan keadaan normal itu? Pada saat kita mulai vaksinasi, sudah mulai disuntik vaksin. Nah, mulai keadaan menuju ke normal, pariwisata hidup lagi, hotel- hotel akan penuh lagi,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan  bantuan produktif kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (1/10/2020).

Selain menyerahkan bantuan produktif sebesar Rp 2,4 juta per orang, Kepala Negara juga berdialog dengan para pelaku UMKM untuk mengetahui jenis dagangan, omzet, dan keuntungan pada masa pandemi.

Presiden Jokowi meminta para pelaku UMKM untuk tetap gigih berjuang, tidak mudah menyerah, dan terus menjalankan usahanya, sehingga pada saat kondisi normal nanti dapat menikmati manfaatnya.

“Semuanya sulit. Semua terkena masalah yang sama. Jangan sampai usaha kita tutup, kalau sudah tutup sulit untuk memulai lagi. Keuntungan tipis tidak apa,” kata Presiden Jokowi.

Menurut dia, saat ini banyak negara, baik negara maju maupun negara kecil mengalami banyak kesulitan, baik kesehatan maupun ekonomi seiring merebaknya Covid-19 di 215 negara.

“Saya tahu keadaan saat ini tidak gampang dan tidak mudah, baik itu untuk usaha mikro, untuk usaha kecil, untuk usaha menengah maupun usaha besar, karena semua 215 negara sekarang ini terkena pandemi Covid, pandemi virus Corona sehingga semuanya berada pada posisi yang tidak mudah dan pada posisi sulit,” katanya.

Ia berharap para pelaku UMKM, yang berjualan roti, kripik maupun kuliner lainnya untuk terus berjuang, tidak menutup usahanya, sebab dalam waktu tidak terlalu lama akan berdatangan para pembeli.

“Toko- toko ibu-ibu akan mulai kedatangan pembeli sebanyak pada saat sebelum kita pandemi atau mungkin lebih baik. Keadaanya akan seperti itu. Sekali lagi pertahankan usaha yang sudah ada, jangan sampai tutup,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN