Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sawah kering di musim kemarau. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Sawah kering di musim kemarau. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Jokowi: Perubahan Iklim Sebabkan Potensi Bencana Meningkat

Novy Lumanauw, Selasa, 4 Februari 2020 | 12:19 WIB

SENTUL, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perubahan iklim yang terjadi akibat ulah manusia telah meningkatkan potensi ancaman dan kejadian bencana di berbagai daerah di Tanah Air. Selain menimbulkan kerugian sosial dan nyawa, bencana juga menyebabkan terjadinya kerusakan infrastruktur.

“Ancaman dan kejadian bencana cenderung meningkat karena perubahan iklim, yang memang akibat perbuatan manusia sendiri. Ada kerugian sosial ekonomi, juga kerusakan infrastruktur,” kata Presiden saat memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2020 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Ia mengatakan, dilihat dari pengalaman yang dialami Indonesia, sebetulnya banyak ancaman bencana yang rutin terulang. Disebutkan, pada setiap musim kemarau pasti terjadi yang namanya kebakaran hutan dan lahan gambut.

Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com
Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

“Hati-hati dengan ini. Kita sudah masuk ke musim kemarau. Aceh dan Riau mulai ada titik api. Begitu api muncul satu tolong segera dipadamkan. Segera, sering orang lalai,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, negara sebesar Australia sekarang ini kewalahan menghadapi kebakaran hutan yang sudah mencapai 6 juta hektare dan kehilangan 500 juta ekor binatang.

“Betapa bencana itu bukan soal ekonomi saja tapi urusannya kemana-mana. Setiap musim hujan pasti ada banjir bandang dan tanah longsor. Oleh sebab itu, saya sampaikan di Sukajaya, di situ juga longsornya berulang. Fisik penting, tapi yang lebih penting apabila kita mau merehabilitasi lahan dan pohon yang akarnya kuat,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN