Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Djoko Tjandra tiba di Halim Perdanakusuma. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Djoko Tjandra tiba di Halim Perdanakusuma. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kabareskrim: Penangkapan Djoko Tjandra Perintah Langsung Presiden

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 05:48 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penangkapan Djoko Soegiarto Tjandra merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra di manapun berada untuk segera ditangkap dan dituntaskan (kasusnya),” kata Komjen Sigit di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7) malam.

Atas instruksi Presiden Jokowi tersebut, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis membentuk Tim Khusus Bareskrim untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra. Setelah diselidiki, kata Sigit, Tim Khusus mengendus keberadaan Djoko di Malaysia. Kemudian Kapolri Idham mengirimkan surat kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Kabareskrim Komjenj Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan terakit berhasil ditangkapnya buron kasus Bank Bali Djoko Tjandra, Kamis malam (30/7/2020). SUmber: BSTV
Kabareskrim Komjenj Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan terakit berhasil ditangkapnya buron kasus Bank Bali Djoko Tjandra, Kamis malam (30/7/2020). SUmber: BSTV

“Kapolri mengirim surat ke Polisi Diraja Malaysia untuk bersama-sama mencari. Tadi siang didapat info (keberadaan) yang bersangkutan, target bisa diketahui,” tutur mantan Kadiv Propam Polri ini.

Penyidik Bareskrim kemudian pada Kamis (30/7) sore terbang ke Malaysia dan menangkap Djoko Tjandra.

Sebelumnya, kabar penangkapan Djoko Tjandra ini tersebar tak lama setelah Kepolisian mengumumkan penetapan tersangka terhadap Anita Dewi Anggraeni Kolopaking dalam kasus surat jalan palsu. Anita adalah salah satu kuasa hokum Djoko Tjandra.

Buronan kasus cessie Bank Bali Djoko Soegianto Tjandra (baju tahanan) tiba di Bandara Halim Perdakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam. Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao
Buronan kasus cessie Bank Bali Djoko Soegianto Tjandra (baju tahanan) tiba di Bandara Halim Perdakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam. Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao

Dalam penetapan tersangka itu, Anita Kolopaking disangkakan dengan Pasal 263 (2) dan Pasal 223 KUHP. Dalam kasus ini penyidik telah menyita sejumlah barang bukti di antaranya surat jalan palsu dan surat pemeriksaan Covid-19 atas nama Djoko Tjandra.

Anita menjadi tersangka menyusul Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang sudah berstatus tersangka terlebih dahulu. Keduanya diduga telah membantu Djoko dalam upaya pelarian selama ini.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Anita jadi tersangka kasus dugaan surat jalan palsu kliennya. Selama ini Anita mengaku tidak mengetahui surat tersebut.

“Yang bersangkutan akan di pang gil. Soal kewenangan (pe nahanan) itu hak penyidik. Ter sangka ditetapkan usai memeriksa 23 saksi dan sejumlah barang bukti yang ditemukan,” kata Argo, Kamis (30/7) malam.

Djoko Tjandra tiba di Halim Perdanakusuma. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Djoko Tjandra tiba di Halim Perdanakusuma. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sebelumnya, Anita juga sudah dicekal untuk bepergian ke luar negeri. Anita dianggap bekerja sama dengan mantan Kakorwas PPNS Brigjen Prasetijo Utomo dalam kasus yang terjadi pada 1 Juni hingga 19 Juni 2020 di Jakarta dan Pontianak.

Anita telah dicegah pada 22 Juli 2020 oleh tim Bareskrim yang mengirim surat ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta. Alasannya penyidik sedang melaksanakan penyidikan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan seorang pejabat dengan sengaja membiarkan orang yang dirampas kemerdekaannya melarikan diri yang dijeratkan ke Prasetijo. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN