Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Karya Hebat Menuntut Hidup Sehat

Kamis, 3 Desember 2015 | 15:20 WIB
Oleh Euis Rita Hartati

Fardila Astari mengaku tengah asik dengan segala hal terkait dengan komunikasi kebijakan publik. Tak heran, dia pun gemar berburu berbagai buku maupun literatur yang berkaitan dengan hal tersebut.


“Ini satu hal yang menarik perhatian saya, dan ternyata, mendalaminya cukup mengasyikkan,” kata wanita yang menempuh pendidikan S2 bidang Manajemen Komunikasi, spesialisasi Marketing Communication and Public Relations dari Univesitas Indonesia ini kepada Investor Daily, baru-baru ini.


Menurut dia, bicara mengenai kebijakan publik, dampaknya akan terasa ke semua aspek kehidupan. Hal ini pula yang membuatnya tengah penuh semangat berkarya di Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi), sebuah lembaga networked think tank yang fokus pada perumusan kebijakan publik berbasis riset.


“Jika pemerintah, baik pusat maupun daerah mampu mengeluarkan kebijakan publik yang baik dan tepat, terkait bidang kesehatan, energi, dan lainnya, akan membantu kehidupan jutaan orang. Untuk itu, saya mengajak organisasi atau yayasan di Indonesia bekerja bersama untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik yang lebih baik,” tutur wanita kelahiran 1978 ini.


Kelemahan dari sebuah kebijakan yang umumnya dikeluarkan pemerintah, lanjut dia, karena dikeluarkan tidak berdasarkan hasil riset yang komprehensif dan melibatkan akademisi dari berbagai sektor. “Tanpa riset yang baik, kebijakan yang dikeluarkan biasanya hanya mengakomodir target audiens tertentu,” katanya.


Kelemahan lain, dia melihat, sebuah kebijakan yang dikeluarkan, meski baik, namun kurang dikomunikasikan dengan baik. Hal ini akan menyebabkan misi atau pesan dari pemerintah tidak dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat yang terkena dampak dari kebijakan tersebut.


Di sinilah peran penting dari Pusat Transformasi Kebijakan Publik tempatnya bekerja. Kepedulian Fardila terhadap masalah sosial memang bukan kali ini saja. Sebelumnya, dia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), dengan bergabung bersama organisasi seperti Yayasan Kehati.


Dia juga pernah menjadi seorang konsultan komunikasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan menyosialisasikan slogan, “Saya, Perempuan Anti Korupsi.”


Pola Hidup sehat

Kendati mengisi hari-harinya dengan misi dan kegiatan yang serius, semacam kebijakan publik, Fardila tetap tak melupakan keseimbangan hidupnya. “Bagaimana pun, kesehatan sangat penting. Kita hanya bisa berkarya dengan baik jika tubuh dan jiwa kita sehat. Hidup harus seimbang,” ungkapnya.


Pola hidup sehat pun diterapkannya secara ketat dalam hidupnya, mulai dari pengaturan pola makan hingga olahraga. Sedangkan olahraga yang paling disukainya yoga dan lari yang masih dilakoni secara rutin.


“Setelah melahirkan bulan Februari lalu, saya merasa badan bertambah berat dan kaki sudah mulai terasa sakit menopang beban tubuh. Akhirnya, saya putuskan untuk menerapkan pola hidup sehat,” kata dia.


Fardila pun mulai dengan mengganti konsumsi nasi putih ke nasi merah. Dia juga mengurangi konsumsi gula. “Kalau pun terpaksa menggunakan gula, saya pilih gula aren,” tambahnya.


Untuk olah raga, dia menjalani aktivitas yoga sebanyak 2-3 kali seminggu. “Yoga meski kelihatannya ringan dan mudah, tapi mampu burning fat sangat baik. Yoga juga membuat tubuh menjadi lebih lentur,” ucap Fardila.


Selain yoga, setiap hari Minggu, dia juga rutin joging. Kebun binatang Ragunan pun selalu dipilihnya sebagai lokasi untuk berlari. “Biasanya, saya mulai lari jam 06.00 hingga 08.30, keliling sampai 3-4 kali Ragunan, cukup lumayan,” katanya.


Meski tengah gandrung joging, dia mengaku belum pernah mengikuti ajang lomba seperti maraton dan sejenisnya. “Saya belum percaya diri untuk event seperti itu. Lagipula, berbagai persiapan juga harus dilakukan secara matang,” pungkas dia. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN