Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Danone Indonesia mengedukasi karyawan di seluruh Indonesia dalam sesi Tangkas dan Cerdas Menumpas Hoaks.

Danone Indonesia mengedukasi karyawan di seluruh Indonesia dalam sesi Tangkas dan Cerdas Menumpas Hoaks.

Karyawan Juga Perlu Kenali dan Cegah Dampak Buruk Hoaks

Jumat, 26 Februari 2021 | 16:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Laju perkembangan teknologi komunikasi yang terjadi saat ini berjalan beriringan dengan meningkatnya potensi timbulnya hoaks. Kesalahan informasi ini harus dicegah di seluruh lapisan masyarakat karena dapat berdampak pada kesalahan persepsi hingga tindakan yang merugikan. Untuk itu, Danone Indonesia mengedukasi karyawan di seluruh Indonesia dalam sesi “Tangkas dan Cerdas Menumpas Hoaks”.

Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia menjelaskan Danone Indonesia memiliki visi untuk membawa kesehatan ke sebanyak mungkin masyarakat.

Selain melalui penyediaan akses produk bernutrisi dan program berkelanjutan, pihaknya percaya bahwa informasi memegang peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Informasi yang salah berpotensi mengganggu kebiasaan pola makan, minum, hingga mempengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.

“Dengan edukasi literasi digital, kita dapat memproteksi masyarakat maupun karyawan kami dari dampak buruk hoaks,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Jumat (26/2).

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI pada tahun 2017 mencatat terdapat sekitar 800.000 situs yang terindikasi sebagai penyebar informasi palsu.

Selain itu, data Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menunjukkan bahwa jumlah hoaks yang tersebar di Indonesia mencapai 2.298 di tahun 2020, naik dari 1.221 hoaks pada tahun sebelumnya.

Septriana Tangkary SE MM, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia memaparkan tingginya angka pengguna internet ini selayak dua mata pisau. Di satu sisi, hal ini dapat meningkatkan kesetaraan informasi, namun di sisi lain informasi dapat berkembang dengan sangat cepat dan tidak terkontrol.

“Maka dari itu, literasi digital seperti yang diselenggarakan Danone Indonesia ini memang sangat dibutuhkan untuk mengimbangi laju informasi tersebut,” paparnya.

Dewi Sari, Direktur Operasional Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), menjelakan secara garis besar, terdapat tiga jenis hoaks yang sering terjadi. Yang pertama adalah disinformasi, yaitu informasi yang tidak benar atau tidak akurat, namun orang yang menyebarkannya meyakini informasi tersebut sahih dan dapat dipercaya). Kedua adalah disinformasi, dimana informasi tidak benar yang sengaja dibuat/direkayasa untuk membohongi masyarakat). Terakhir adalah malinformasi, yang berarti informasi yang benar, namun tujuan penyebarannya adalah untuk merugikan pihak lain.

Pada umumnya, lanjut Dewi, hoaks banyak beredar luas melalui media sosial karena jarang terjadi pengecekan sumber fakta sebelum dibagikan antara satu pengguna ke pengguna lain. Perlu dilihat juga bahwa ciri ciri hoaks adalah sumber berita yang tidak jelas, membangkitkan emosi, meminta agar disebarkan, dan artikel yang tidak menyebutkan fakta. Di Indonesia perlu berhati hati karena berdasarkan data Mafindo, 3 topik utama yang banyak di media sosial adalah terkait kesehatan, politik dan kriminalitas.

“Hoaks bisa tergolong jenis satire atau parodi, konten menyesatkan, konten tiruan, konten palsu, konten dengan koneksi yang salah, konten yang salah, maupun konten yang dimanipulasi.” terang Dewi.

Dewi mengatakan langkah utama dalam mencegah dampak buruk hoaks adalah dengan mengidentifikasi informasi yang diterima. Edukasi kepada masyarakat mengenai cara menyaring informasi maupun menanggapi hoaks dengan bijak juga perlu diberikan. Selain itu, dipaparkan juga bahwa mengetahui mekanisme atau tata cara pengaduan informasi hoaks juga penting untuk menghentikan penyebaran informasi yang tidak tepat tersebut.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN