Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber: BSTV

Kasus Covid-19 Turun, Anies Ingatkan Warga untuk Tidak Lengah

Minggu, 1 Agustus 2021 | 06:26 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id   - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warga Jakarta atau yang beraktivitas di Jakarta untuk tidak lengah di tengah kasus Covid-19 di Ibu Kota yang menunjukan trend grafik menurun.

Anies meminta warga dan juga dunia usaha untuk konsisten menjalankan ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

“Ingat, kita masih berada dalam PPKM Level 4. Artinya, jangan mengira kita sudah bebas walau keadaan sudah jauh membaik daripada beberapa minggu lalu,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Anies juga menegaskan bahwa meskipun sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19, setiap yang berkegiatan di Jakarta perlu untuk mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas. Hal ini penting agar mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi dan angka kasus Covid-19 kembali melonjak.

“Terus kurangi mobilitas, terus jaga protokol kesehatan, terus saling jaga dan saling bantu,” pesan Anies.

Pemprov DKI, kata dia, konsisten menjalankan 3T (testing, tracing dan treatment) secara masif. Harapannya, masyarakat DKI Jakarta pun konsisten untuk taat menjalankan protokol kesehatan 6 M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

“Perlu gerakan bersama untuk melawan pandemi Covid-19. Mari kita saling bekerja sama dan berkolaborasi mengendalikan pandemi Covid-19 di Jakarta,” pungkas Anies.

Sebagaimana diketahui, menjelang berakhirnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Jakarta, data-data kasus Covid-19 menunjukkan perkembangan yang baik. Kasus aktif Covid-19 terus mengalami penurunan secara konsisten sejak 16 Juli lalu, sementara angka tingkat kesembuhan terus meningkat, angka kematian terus menurun dan tingkat keterisian rumah sakit juga terus menurun.

Hingga saat ini kasus aktif turun menjadi 19.654 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.390 orang yang dirawat dan 11.264 orang yang melakukan isolasi mandiri baik di fasilitas pemerintah maupun di rumah masing-masing. Jumlah kasus aktif ini turun tajam sebanyak 93.484 kasus atau hampir 83% dibandingkan puncak kasus aktif di Ibu Kota yang terjadi pada 16 Juli 2021 lalu.

Pada saat itu, jumlah kasus aktif mencapai angka 113.138 kasus dengan perincian 88.295 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi dan sebanyak 24.843 pasien Covid-19 yang dirawat.

Tak hanya kasus kasus aktif, angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta mengalami penurunan dibandingkan puncak angka kematian pada 20 Juli lalu, sebanyak 265 orang. Sementara pada 30 Juli kemarin, jumlah yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 108 orang. Dalam sepekan terakhir angka kematian fluktuatif, namun jumlah yang meninggal tidak sampai angka 200 orang per hari.

Total yang meninggal akibat Covid-19 dalam sepekan terakhir (24-30 Juli) sebanyak 931 orang. Ini artinya, rata-rata yang meninggal akibat Covid-19 dalam sepekan terakhir sebanyak 133 orang per hari. Jumlah ini menurun sebanyak 245 orang dibandingkan pekan sebelumnya, 17-23 Juli, yakni sebanyak 1.176 orang.

Kasus positif harian Covid-19 juga mengalami penurunan yang sangat signifikan. Dalam sepekan terakhir, penambahan kasus positif harian tidak pernah lagi melampaui angka 10.000 kasus dalam sehari. Penambahan kasus positif harian tertinggi terjadi pada 12 Juli, yakni sebanyak 14.619 dalam sehari.

Dalam sepekan (24-30 Juli), total penambahan kasus positif harian sebanyak 32.806 kasus. Hal ini berarti dalam, rata-rata penambahan kasus positif dalam sehari sebanyak 4.687 kasus. Dalam pekan sebelumnya, yakni 17-23 Juli, jumlah penambahan kasus positif sebanyak 51.504 kasus. Jadi, kasus positif harian dalam pekan ini mengalami penurunan sebanyak 18.698 kasus dibandingkan pekan sebelumnya.

Sementara angka kesembuhan dari Covid-19 di Jakarta dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan dibandingkan pekan sebelumnya. Pada pekan ini, 24-30 Juli, jumlah yang sembuh sebanyak 91.856 orang atau rata-rata yang sembuh sebanyak 13.122 orang per hari.

Jumlah yang sembuh dalam pekan ini mengalami kenaikan sebanyak 8.025 orang dibandingkan pekan sebelumnya, 17-23 Juli sebanyak 83.831. Yang menarik adalah jumlah yang sembuh hampir 3 kali lipat dari jumlah penambahan kasus positif harian di Jakarta dalam sepekan ini.

Seiring dengan menurunnya angka kasus aktif dan meningkatnya angka kesembuhan, BOR tempat tidur isolasi dan ICU di 140 RS rujukan Covid-19 yang ada di Jakarta mengalami penurunan drastis.

Hingga 30 Juli, tingkat keterisian tempat tidur isolasi berada di angka 62 persen di mana sebanyak 7.293 dari 11.761 tempat tidur isolasi di Jakarta telah diisi oleh pasien Covid-19. Sementara BOR tempat tidur ICU berada di angka 84 persen atau sebanyak 1.366 dari 1.626 tempat tidur ICU telah dipakai oleh pasien Covid-19.

Angka BOR mengalami penurunan jika dibandingkan dengan angka BOR tempat tidur isolasi dan ICU pada 25 Juli lalu. Pada saat itu, 8.632 bed dari 11.761 tempat tidur isolasi dipakai pasien Covid-19 atau BOR-nya 73%. Sementara BOR tempat ICU berada di angka 89 % atau terpakai 1.454 bed dari 1.626 tempat tidur ICU.

Fakta lainnya adalah jumlah rukun tetangga (RT) zona merah di Jakarta juga mengalami penurunan drastis seiring dengan penurunan jumlah kasus positif dan kasus aktif Covid-19. Saat ini, RT zona merah di Jakarta sebagaimana tertuang di situs corona.jakarta.go.id, sebanyak 150 RT, menurun 95 RT dari pekan sebelumnya (19-26 Juli), yang mencapai 245 RT.

Ke-150 RT zona merah ini menjadi bagian dari wilayah pengendalian ketat (WPK) dalam satu minggu ini dari 27 Juli-1 Agustus 2021 mendatang.

Hampir semua wilayah di Jakarta mengalami penurunan RT zona merah kecuali Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu. Zona merah di Jakarta Selatan sebanyak 38 RT dan Kepulauan Seribu sebanyak 2 RT. RT zona merah di Jakarta Timur turun dari 49 RT menjadi 24 RT, Jakarta Utara dari 55 RT menjadi 18 RT, Jakarta Barat 73 RT menurun jadi 48 RT dan Jakarta Pusat 28 RT menjadi 30 RT.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN