Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Sabtu sore (4/4/2020). Sumber: BSTV

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Sabtu sore (4/4/2020). Sumber: BSTV

Kasus Korona di Indonesia: 2.092 Terinfeksi, 191 Meninggal, 150 Sembuh

Gora Kunjana, Sabtu, 4 April 2020 | 16:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Kasus korona di Indonesia berdasarkan data terakhir per Sabtu (4/4/2020) siang pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 1.092 orang positif terinfeksi korona, 191 pasien meninggal, dan 150 lainnya sembuh.

“Kami cukup prihatin berdasarkan rekap hari ini masih ada penambahan kasus untuk konfirmasi positif sebanyak 106 sehingga total menjadi 1.092 kasus konfirmasi positif dengan menggunakan pemeriksaan molekuler,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Sabtu sore (4/4/2020).

Kemudian, lanjut dia, ada 16 pasien yang sudah sembuh dengan pemeriksaan negatif dua kali berturut-turut sehingga bisa dipulangkan sehingga total menjadi 150 pasien sembuh.

“Kita bersyukur bahwa mereka kondisinya bagus dan tidak perlu dikhawatirkan lagi akan menularkan, bahkan mereka sudah memiliki imunitas kekebalan terhadap virus covid-19,” katanya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Sabtu sore (4/4/2020). Sumber: BSTV
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Sabtu sore (4/4/2020). Sumber: BSTV

Kemudian, Yurianto juga mengatakan prihatin karena ada 10 orang yang meninggal sehingga   totalnya menjadi 191 orang meninggal.

Yurianto menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dengan PCR terhadap 7.896 orang yang tersebar di 120 kabupaten dan kota.

“Kami melihat bahwa sebaran kasus sekarang muncul akibat pergerakan orang tanpa gejala (OTG), kasus positif tanpa keluhan apapun dari kota-kota besar yang memiliki kasus tertinggi sebagai pusat sebaran ke daerah-daerah di sekitar. Ini lah yang meyakinkan kita bahwa tinggal di rumah adalah jawaban satu-satunya yang paling benar,” ujarnya.

Waspadai OTG

Yurianto menegaskan bahwa ada yang masih tetap diwaspadai yakni penularan yang terjadi di masyarakat yang disebabkan masih adanya kasus positif tanpa keluhan.

“OTG ini jenis orang yang berpotensi tinggi menularkan di masyarakat karena orang tersebut tidak mengalami keluhan apapun. Di sisi lain banyak masyarakat yang masih belum melaksanakan benar ketentuan physical distancing.  Ini membuat penularan masih terjadi karena masih banyak orang melakukan perjalanan. Ini yang harus jadi perhatian kita bersama,” katanya. 

“Tetap tinggal di rumah adalah jawaban terbaik. Tidak melakukan perjalanan kemanapun bukan  saja pulang ke kampung tapi berkunjung ke kelurga lain,” tambahnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN