Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Minggu sore (5/4/2020).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Minggu sore (5/4/2020).

Kasus Korona di Indonesia: 2.273 Terinfeksi, 198 Meninggal, 164 Sembuh

Gora Kunjana, Minggu, 5 April 2020 | 16:02 WIB

JAKARTA, investor.id - Kasus korona di Indonesia berdasarkan data terakhir per Minggu (5/4/2020) siang pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 1.273 orang positif terinfeksi korona, 198 pasien meninggal, dan 164 lainnya sembuh.

“Berdasarkan rekap hari ini masih ada penambahan kasus untuk konfirmasi positif sebanyak 181 sehingga total menjadi 2.273 kasus konfirmasi positif,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Minggu sore (5/4/2020).

Kemudian, ada 14 orang yang dinyatakan sembuh sehingga menjadi 164 orang. Dan, masih ada 7 orang yang meninggal sehingga jumlahnya menjadi 198 orang.

“Ini gambaran yang kita yakini bahwa di luar masih terjadi penularan. Masih ada kasus positif tanpa gejala yang berada di tengah- tengah kita. Masih ada sebagian dari kita yang tidak menyadari  bahwa kita semua rawan tertular sehingga masih ada yang belum menjaga jarak di dalam berkomunikasi sosial, masih ada yang belum menggunakan masker di luar rumah, masih ada yang belum rajin dan disiplin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tandas Yurianto.

Achmad Yurianto menambahkan bahwa kemenkes  telah melakukan pemeriksaann terhadap 9.712 orang yang dilaksanakan di daerah.

Masker untuk semua

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Minggu sore (5/4/2020).
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Korona Achmad Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Minggu sore (5/4/2020).

Dalam kesempatan itu, Achmad Yurianto menegaskan bahwa mulai hari ini sesuai rekomendasi WHO dijalankan kebijakan masker untuk semua.

“Semua harus memakai masker, masker bedah masker N95 hanya untuk petugas kesehatan. Gunakan masker kain ini jadi penting karena kita tidak pernah tahu OTG banyak didapatkan di luar. Kita tidak tahu bahwa mereka adalah sumber penyebaran penyakit,” tandasnya.

Pedagang menata masker berbahan kain di Jakarta, Sabtu (4/4/2020). Masker berbahan kain yang dijual Rp10 ribu per masker itu laku, menyusul kesulitan warga mendapatkan masker kesehatan. Foto: SP/Ruht Semiono
Pedagang menata masker berbahan kain di Jakarta, Sabtu (4/4/2020). Masker berbahan kain yang dijual Rp10 ribu per masker itu laku, menyusul kesulitan warga mendapatkan masker kesehatan. Foto: SP/Ruht Semiono

Oleh karena itu, masyarakat harus melindungi diri. Semua menggunakan masker pada saat ke luar rumah terutama.

“Gunakan masker kain yang bisa dicuci. Gunakan masker kain tidak lebih dari 4 jam untuk kemudian direndam dengan air sabun dan dicuci, untuk mencegah penularan. Selain itu cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik, ini jadi kunci bagi kita untuk mengendalikan penyakit ini,” ujarnya.

Kunci penularan

Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan cara paling ampuh untuk membunuh mikroorganisme yang menempel pada tangan, termasuk virus corona penyebab COVID-19. (ANTARA/Shutterstock)
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan cara paling ampuh untuk membunuh mikroorganisme yang menempel pada tangan, termasuk virus corona penyebab COVID-19. (ANTARA/Shutterstock)

Yurianto kembali mengingatkan bahwa kunci penularan covid-19 adalah menjaga jarak sosial di dalam komunikasi.

“Ini bukan imbauan lagi tapi harus dimaknai sebagai perintah yang harus dilakukan bersama,” katanya.

“Selain itu, cuci tangan memakai sabun, gunakan masker, hilangkan kebiasaan menyentuh wajah, menyentuh hidung, menyentuh mulut sebelum mencuci tangan,” tambahnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN