Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kasus Korupsi Jiwasraya, Preskom PT Trada Alam Miner Tetap Divonis Seumur Hidup

Senin, 1 Maret 2021 | 12:00 WIB
Fana Suparman

JAKARTA, investor.id  - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak permohonan banding yang diajukan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram), Heru Hidayat. Dalam putusannya, Pengadilan Tinggi DKI memperkuat putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap Heru Hidayat. Pengadilan Tinggi DKI menyatakan Heru Hidayat terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 16.807.283.375.000,00.

"Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 30/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt Pst tanggal 26 Oktober 2020 yang dimintakan banding tersebut," sebagaimana putusan PT DKI Jakarta, Senin (1/3/2021).

Perkara banding Heru Hidayat diadili oleh Ketua Majelis Hakim Haryono dengan anggota Leni Halida dan Lafat Akbar. Putusan terhadap Heru Hidayat dibacakan pada 24 Februari 2021.

Heru Hidayat juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus korupsi Jiwasraya. Selain dipidana seumur hidup, Heru Hidayat juga dijatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti senilai Rp 10.728.783.335.000.

Selain Heru terdapat lima terdakwa lain kasus Jiwasraya lainnya yang juga mengajukan banding. Mereka yakni, Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro; Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto; mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan dan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

PT DKI Jakarta telah membacakan putusan banding terhadap Hary Prasetyo.

Dalam putusannya, PT DKI mengurangi hukuman Hary Prasetyo dari hukuman seumur hidup menjadi 20 tahun pidana penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan.

Meski demikian, Hary Prasetyo tetap terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 16,8 triliun.    

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN