Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah ritel modern di Kota Bekasi mulai alami kelangkaan stok minyak goreng program satu harga, Kamis, 3 Februari 2022. Foto Beritasatu Photo

Sejumlah ritel modern di Kota Bekasi mulai alami kelangkaan stok minyak goreng program satu harga, Kamis, 3 Februari 2022. Foto Beritasatu Photo

Kasus Minyak Goreng, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Ditetapkan Jadi Tersangka

Selasa, 19 April 2022 | 16:52 WIB
Muhammad Aulia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan seorang pejabat eselon I Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai tersangka untuk kasus dugaan korupsi dalam pemberian izin ekspor crude palm oil (CPO). Diketahui, pejabat tersebut berkedudukan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardana.

Baca juga: KPPU Sudah Temukan Satu Bukti Dugaan Kartel Migor

“Pejabat eselon 1 pada Kementerian Perdagangan bernama IWW Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, dengan perbuatan tersangka telah menerbitkan secara melawan hukum persetujuan ekspor terkait komoditas crude palm oil atau CPO dan produk turunannya,” ujar Jaksa Agung, ST Burhanuddin saat konferensi pers, disiarkan di akun YouTube Kejaksaan RI, Selasa (19/4/2022).

Kejagung juga menetapkan tiga tersangka lainnya yakni Senior Manager Corporate Permata Hijau Group berinisial SMA; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia berinisial MPT; dan General Manager bagian General Affair PT Musim Mas berinisial PT.

“Ketiga tersangka telah berkomunikasi secara intens dengan tersangka IWW, sehingga Permata Hijau Group, PT Wilmar Nabati, PT Multimas Nabati Asahan, PT Musim Mas untuk mendapatkan persetujuan ekspor,” ungkap Burhanuddin.

Baca juga: Komisi IV Kritik Langkah Kemendag Hapus HET Minyak Goreng

“Padahal perusahaan-perusahaan tersebut bukanlah perusahaan yang berhak untuk mendapatkan persetujuan ekspor,” lanjutnya.

Selanjutnya, IWW dan MPT masing-masing ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung selama 20 hari terhitung mulai 19 April 2022 sampai 8 Mei 2022. Sementara tersangka SMA dan PT masing-masing ditahan di Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari mulai hari ini sampai 8 Mei 2022.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN