Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wiku Adisasmita, Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19. Sumber: BSTV

Wiku Adisasmita, Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19. Sumber: BSTV

Kasus Positif Covid-19 Mingguan Naik 7,3%, Jabar Tertinggi

Rabu, 6 Januari 2021 | 05:53 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19), Wiku Adisasmita mengatakan, perkembangan kasus positif Covid-19 mingguan mengalami kenaikan sebesar 7,3% pada pekan ini dibandingkan pekan sebelumnya.

Sementara itu, 3 dari 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi berada di Pulau Jawa, yaitu Provinsi Jawa Barat naik sebesar 2.250 kasus, DKI Jakarta naik 502 kasus, Jawa Tengah naik 457 kasus. Sedangkan dua provinsi lainnya adalah Sulawesi Tengah naik 391 kasus dan Sulawesi Selatan naik 295 kasus.

"Berdasarkan pergerakan ranking kenaikan kasus tertinggi tampak bahwa Jawa Barat secara signifikan menduduki ranking pertama. Padahal pada minggu sebelumnya tidak termasuk dalam rangking 5 teratas,” kata Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/1).

Selain itu, lanjut Wiku, terd pat pula provinsi baru yang memasuki jajaran 5 ter tinggi yaitu Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan, Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan masih tetap berada dalam peringkat teratas kenaikan kasus tertinggi secara nasional.

“Bisa kita lihat bahwa pada tren laporan mingguan, diketahui bahwa daerah-daerah di Pulau Jawa selalu berkontribusi dalam peningkatan kasus yang cukup tinggi secara nasional,” ujar Wiku.

Arus balik Libur Natal & Tahun Baru penumpang kereta api. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Arus balik Libur Natal & Tahun Baru penumpang kereta api. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Oleh karena itu, pemerintah daerah (pemda) yang ada di Pulau Jawa perlu menanggapi secara serius kondisi ini. Dengan upaya penanganan yang sungguh-sungguh untuk menekan kasus baru.

Walau begitu, lanjut Wiku, beberapa daerah lain di Pulau Jawa yang penduduknya relatif tidak sepadat daerah di Pulau Jawa, ternyata juga masuk ke dalam 5 besar provinsi dengan peningkatan kasus ter tinggi seperti Sulawesi tengah dan Sulawesi Selatan.

“Hal ini menandakan kelengahan yang terjadi di berbagai daerah di indonesia bisa me ngakibatkan peningkatan penambahan kasus positif di tingkat nasional,” terang Wiku.

Diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia hingga Selasa (5/1) pukul 12.00 WIIB bertambah sebanyak 7.445. Dengan penambahan tersebut, maka total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 779.548.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, kasus sembuh bertambah 6.643 sehingga total menjadi 645.746. Kasus meninggal bertambah 198 menjadi total 23.109.

Jumlah tersebut didapatkan dari pemeriksaan spesimen sebanyak 60.520. Adapun jumlah orang yang diperiksa dalam 24 jam terakhir sebanyak 38.309. Jumlah suspect sebanyak 70.201. Sebanyak 510 kabupaten/kota dari 34 provinsi sudah terdampak Covid-19 di seluruh Tanah Air.

Peningkatan Pascalibur Panjang

Arus balik Libur Natal & Tahun Baru penumpang kereta api. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Arus balik Libur Natal & Tahun Baru penumpang kereta api. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pada kesempatan itu, Wiku mengatakan, pemerintah mewaspadai adanya potensi peningkatan kasus Covid-19 pasca libur panjang Natal dan tahun baru 2021 dikarenakan meningkatnya pergerakan masyarakat ketika berlibur.

Wiku mengungkapkan data kasus Covid-19 di Indonesia cenderung melonjak setiap kali ada libur panjang. Bahkan, Wiku menyebut lonjakan kasus semakin meningkat secara signifikan pada liburan panjang di periode bulan November hingga Desember 2020.

Wiku juga mengungkapkan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 3M cenderung menurun pada periode liburan. "Pelajaran dari Maret hingga Juli, kasus dari 1.107 menjadi 37.342 kasus perlu empat bulan untuk naik sebesar itu diikuti peningkatan testing sebesar 50 persen. Pada periode itu ada liburan Idul Fitri," kata Wiku.

Arus balik Libur Natal & Tahun Baru penumpang kereta api. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Arus balik Libur Natal & Tahun Baru penumpang kereta api. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Selanjutnya peningkatan kasus di Indonesia meningkat dari 39.354 menjadi 66.578 kasus dalam kurun dua bulan pada periode Agustus hingga Oktober dengan peningkatan kapasitas tes sebanyak 40%. Pada periode ini terdapat libur panjang pada tanggal 17 hingga 23 Agustus 2020. Selanjutnya peningkatan kasus terjadi hanya dalam kurun waktu satu bulan yaitu sejak November hingga Desember dari 54.804 menjadi 103.239 kasus dengan peningkatan kapasitas pemeriksaan 30%. Periode ini juga terdapat libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Oleh karena itu Wiku mengingat kan akan adanya potensi pe ningkatan kasus Covid-19 di Indonesia lantaran terdapat libur panjang Natal dan tahun baru 2021 yaitu sejak 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. Kendati terdapat jeda tiga hari kerja pa da periode libur panjang tersebut.

Wiku menerangkan potensi kenaikan kasus Covid-19 karena libur panjang biasanya terjadi sekitar 10 hingga 14 hari sejak libur panjang dimulai, yaitu sejak 24 Desember 2020. Dia meminta masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat yaitu memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Zona Merah

Update data kasus Covid-19 di Indonesia per Selasa (5/1/2021). Sumber: Satgas Penanganan Covid-19
Update data kasus Covid-19 di Indonesia per Selasa (5/1/2021). Sumber: Satgas Penanganan Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat bahwa sampai dengan 3 Januari 2021 terdapat 54 kabupaten/ kota kota yang masuk dalam zona merah dari 514 wilayah kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

Jumlah tersebut turun dari 76 zona merah atau daerah berisiko tinggi penyebaran Covid-19 yang dicatat oleh Satgas Penanganan Covid-19 per 27 Desember 2020, menurut data yang diterima di Jakarta pada Selasa (5/1).

Dari data zonasi risiko Satgas Covid-19 yang diterima di Jakarta pada Selasa, Jawa Te ngah menjadi provinsi terbanyak zona merah dengan sembilan wilayah yaitu Kendal, Temanggung, Kota Pekalongan, Rembang, Kota Surakarta, Semarang, Kebumen, Kota Salatiga serta Brebes.

Dua provinsi memiliki lima kabupaten/kota yang berada di zona merah yaitu Jawa Barat dengan Kota Tasikmalaya, Cirebon, Kota Depok, Karawang, serta Kota Bekasi, Bali yaitu Gianyar, Jembrana, Kota Denpasar, Tabanan serta Badung, dan Sulawesi Utara dengan Kota Bitung, Bolaang Mongondow Timur, Kota Manado, Kota Tomohon, serta Kota Kotamobagu. D.I. Yogyakarta memiliki em pat daerah yaitu Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

Petugas memakamkan jenasah pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat,
Petugas memakamkan jenasah pasien Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat,

Sementara itu, DKI Jakarta yang menjadi provinsi dengan akumulasi kasus Covid-19 terbanyak memiliki tiga daerah yang berada di zona merah yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Jawa Timur juga memiliki tiga kabupaten/ kota yang masuk dalam zona merah yaitu Lamongan, Blitar dan Ngawi.

Banten juga melaporkan tiga daerah yang masuk dalam zona merah itu Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Jumlah serupa juga terjadi di Kalimantan Utara yang memiliki tiga zona merah yaitu Kota Tarakan, Bulungan dan Nunukan. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN