Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito Sumber: BSTV

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito Sumber: BSTV

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 Mingguan Turun

Selasa, 18 Mei 2021 | 21:41 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, kasus positif   dan kematian akibat Covid-19 mingguan per tanggal 16 Mei 2021 mengalami penurunan.

Dalam  hal ini, pada minggu lalu terjadi penurunan kasus  positif sebesar 28,4%  dibandingkan dengan minggu sebelumnya dan penurunan sebesar 11,1%  untuk jumlah kematian mingguan.

“Kedua hal ini ada perkembangan  baik, namun sayangnya juga diiringi  penurunan kesembuhan sebesar 12,5% dibandingkan minggu sebelumnya,” kata Wiku pada Konferensi Pers daring bertajuk “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” Selasa (18/5/2021).

Wiku menyebutkan, meskipun kasus positif  mengalami penurunan,  namun terdapat 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi dari minggu lalu yaitu Jawa Tengah naik 148 kasus, Kepulauan Riau naik 57 kasus,  Sumatera Utara naik 38 kasus, Sulawesi Utara naik 18 kasus, dan Sulawesi Barat naik  5 kasus.

Sedangkan untuk  5 provinsi dengan kenaikan angka kematian  tertinggi diantaranya Sulawesi Utara dengan naik 24 kasus,  Kalimantan Tengah  naik 19 kasus, Jawa Tengah naik 19 kasus,  Kepulauan Riau naik 13 kematian, dan Lampung naik 12 kematian.

Wiku menyebutkan, provinsi yang mengalami kenaikan kasus  positif dan kematian untuk dapat  terus meningkatkan  penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing mengingat provinsi- provinsi ini  mengalami kenaikan  bahkan sebelum terjadi  efek libur Idulfitri dan mudik.

“Perlu diingat perkembangan yang terjadi pada minggu lalu, belum dapat menunjukan efek  dari libur Idulfitri  dan mudik,” ucapnya.

Dikatakan Wiku, efek dari libur panjang ataupun kegiatan masyarakat  dapat dilihat dalam rentan waktu  2 -3 minggu periode tersebut. “Artinya kita baru dapat melihat  efek dari libur Idulfitri  dan periode  pada  2 atau 3 minggu yang akan datang. Jangan terlena dengan kasus positif dan menurun di minggu lalu,” ucapnya.

Oleh karena itu, Wiku kembali mengimbau kepada  pelaku perjalanan untuk  melakukan karantina mandiri 5x24 jam sebagai  bentuk tanggungjawab terhadap orang-orang  di sekitar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN