Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar internasional berjudul Youth and Religious Tolerance in Digital Era yang diselenggarakan KBRI Vatikan dan Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu, Jumat (16/4/2021).

Webinar internasional berjudul Youth and Religious Tolerance in Digital Era yang diselenggarakan KBRI Vatikan dan Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu, Jumat (16/4/2021).

Kaum Muda Ujung Tombak Penyebarluasan Toleransi-Perdamaian lewat Digital Media

Jumat, 16 April 2021 | 23:52 WIB
Investor Daily

ROMA, investor.id - Perbedaan itu indah, perbedaan itu penting di dunia yang pluralistik, multi etnis, multi agama. Demikian juga persatuan, dan toleransi. Unity in diversity, Bhinneka Tunggal Ika, menggambarkan indahnya harmoni, persatuan dalam keberagaman. Era digital ini merupakan tantangan tersendiri untuk membangun dan memupuk persaudaraan dan persatuan tersebut.

Internet merupakan tools, tergantung bagaimana kita bisa menjawab tantangan dan memanfaatkan internet dan media sosial menjadi peluang membangun kerukunan. Semua pihak, termasuk kaum muda dari semua agama perlu memanfaatkan internet untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Demikian antara lain pesan penting yang dapat dipetik dari webinar internasional berjudul Youth and Religious Tolerance in Digital Era yang diselenggarakan KBRI Vatikan dan Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu, Jumat (16/4/2021), seperti dikutip dari keterangan resmi KBRI Vatikan..

Webinar internasional berjudul Youth and Religious Tolerance in Digital Era yang diselenggarakan KBRI Vatikan dan Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu, Jumat (16/4/2021).
Webinar internasional berjudul Youth and Religious Tolerance in Digital Era yang diselenggarakan KBRI Vatikan dan Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu, Jumat (16/4/2021).

Webinar diikuti oleh 375 peserta dan pembicara, dan dalam 5 jam setelah tayang sudah ditonton oleh lebih dari 1000 viewers di Youtube.

Minat dan antusiasme publik yang besar menandakan bahwa tema mengenai pemuda dan toleransi beragama merupakan isu aktual dan penting.

Moderator acara, yaitu Kornelius Purba, wartawan senior The Jakarta Post dan Nitia Anisa, news anchor Kompas TV, menjadi pemandu diskusi dan tanya jawab.

Para panelis yang berasal dari Indonesia dan Vatikan telah mewakili pemuda dari organisasi kepemudaan Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Khonghucu serta dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara dari Vatikan tampil wakil dari Pontifical Council for Inter-religious Dialogue, Komunitas Sant’Egidio dan Universitas Kepausan Urbaniana.

Webinar dibuka oleh Duta Besar Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Mgr Piero Pioppo
Webinar dibuka oleh Duta Besar Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Mgr Piero Pioppo

Webinar dibuka oleh Duta Besar Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Mgr Piero Pioppo, dan ditutup oleh Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, L Amrih Jinangkung.

Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, L Amrih Jinangkung.
Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, L Amrih Jinangkung.

Para panelis juga menyatakan bahwa para pemimpin, termasuk tokoh agama, merupakan figur penting dalam toleransi beragama. Mereka adalah panutan bagi para pemuda, karena itu mereka juga perlu memberikan contoh-contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari. Ditegaskan pula bahwa, sikap toleransi harus dimulai dari diri sendiri, dari dalam seseorang dan bukan karena paksaan orang lain.

Para pembicara juga menyoroti pentingnya pendidikan, termasuk bagi kaum muda. Pendidikan yang baik, baik formal maupun informal, termasuk pendidikan dalam keluarga, akan menghasilkan insan yang memiliki jati diri yang kuat dan pada saat yang sama menjalankan ajaran agama secara benar.

Di era digital ini, kaum muda yang merupakan kelompok pengguna internet dan sosial media terbanyak, rentan dengan godaan dan kampanye negatif melalui internet. Pendidikan yang baik akan mengarahkan mereka untuk membuat pilihan secara bijak.

Banyak ide dan gagasan bagus disampaikan oleh para pembicara. Tantangan terbesar yang masih harus dihadapi adalah bagaimana mentransformasikan gagasan-gagasan tersebut ke dalam aksi konkret.

Dialog antar agama tidak boleh hanya berlangsung di dalam diskusi, atau berhenti di ruang kelas saja, namun harus dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Para pembicara mengajak kaum muda untuk memanfaatkan media sosial masing-masing guna menyebarkan semangat toleransi dan perdamaian di lingkungan keluarga dan sosialnya.

Webinar dapat dilihat kembali di akun Youtube KBRI Vatikan, atau di link berikut: https://www.youtube.com/channel/UCYW2vbp63yYZKLukeTUQ0Vw

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN