Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

KB Salah Satu Solusi Tingkatkan IPM

Antara, Selasa, 15 November 2011 | 11:51 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengatakan, Program Keluarga Berencana (KB) bisa menjadi salah satu solusi peningkatan indeks pembangunan manusia atau IPM.

"Kalau program KB dilakukan dengan baik niscaya IPM Indonesia akan dengan cepat diperbaiki," kata Sugiri Syarief di Jakarta, Selasa, usai kembali dari Semarang acara pemantapan pengelola kehumasan BKKBN dan Jurnalis seluruh Indonesia.

Dia menjelaskan, saat ini IPM Indonesia yang dirilis UNDP menunjukkan penurunan ke peringkat 124 dari 187 negara. Padahal IPM Indonesia pada 2010 ada di peringkat 108 dari 169 negara.

"IPM ini diperjelas oleh tiga hal pokok yaitu pendidikan kesehatan dan tingkat daya beli masyarakat atau kesejahteraannya," katanya.

Dengan kondisi seperti itu, tambah Sugiri, Indonesia menuntut masyarakat untuk bekerja lebih keras dan cerdas sehingga IPM bisa ditingkatkan.

"Kalau penduduk banyak yang ekonominya lemah, lapangan pekerjaan susah pada akhirnya bidang kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat menjadi bermasalah," katanya.

Selain itu, adanya keluarga dengan tingkat ekonomi lemah namun memiliki anak yang banyak otomatis mempengaruhi kemampuan orang tua untuk memberi pendidikan dan kesehatan yang baik.

"Dengan demikian otomatis daya beli atau tingkat kesejahteraan keluarga tersebut juga bermasalah," katanya.

Karena itu, menurut Sugiri, program KB bisa menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan IPM. "Jika keluarga hanya memiliki dua anak dan sesuai dengan kemampuan ekonominya maka kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga itu akan sangat baik," katanya.

Dia menyebutkan, laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49% per tahun merupakan tantangan terberat bagi BKKBN dan pihaknya akan berupaya maksimal untuk mengeram laju itu dengan visi penduduk tumbuh seimbang pada 2015. (gor/ant)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA