Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Keberadaan 400 Orang Tim Bayangan Nadiem Makarim Menuai Kritikan

Minggu, 25 September 2022 | 12:30 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mempertanyakan pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbidristek) Nadiem Anwar Makarim di forum PBB soal keberadaan 400 orang tim bayangan atau shadow team di Kemendikbudristek.

Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri mengatakan, dalam laporan UNESCO mengenai kondisi digitalisasi pendidikan di Indonesia, Kemendikbudristek membentuk satgas khusus untuk membentuk beragam layanan aplikasi seperti merdeka mengajar dan kampus merdeka. P2G menduga satgas tersebut diisi oleh 400 orang yang disebut Nadiem sebagai shadow team. P2G, kata Iman khawatir keberadaan shadow team Nadiem tersebut rentan terjadinya penyalahgunaan.

"Patut diduga, 400 orang shadow team ini adalah satgas tersebut. Berkaca pada kasus Sambo di institusi kepolisian, penggunaan satgas semacam ini sangat rentan penyalahgunaan," ucap Imam dalam keterangan pers tertulis, Sabtu (24/9/2022).

Baca juga: Menteri Nadiem Sebut Penyusunan RUU Sisdiknas Libatkan Partisipasi Publik

Iman mempertanyakan, skema pengajian 400 orang shadow team Nadiem, apakah menggunakan APBN atau skema lain. Menurutnya, jika Kemendikbudristek menggaji 400 orang tim bayangan ini menggunakan APBN, maka harus disampaikan ke publik dalam rangka asas akuntabilitas dan transparansi sebab menyangkut uang rakyat. Namun, jika tidak menggunakan APBN, maka sumber dana harus disampaikan.

"P2G mendesak BPK merespons ini, harus diperiksa saya rasa dari segi anggarannya," ucap Iman.

Dikatakan Iman, 400 orang shadow team merupakan orang-orang kepercayaan Mendikbudristek Nadiem. Tim khusus yang dibentuk oleh Nadiem dalam rangka menyukseskan program-program Kemdikbudristek.

"Namun yang harus diingat, Kemdikbudristek kan juga punya ribuan pegawai atau ASN baik yang struktural maupun fungsional," ucapnya.

Baca juga: Sejumlah Stakeholder Ini Diminta Terlibat dalam Pokja Nasional RUU Sisdiknas

Untuk itu, Iman khawatir keberadaan shadow team Nadiem tersebut mengganggu atau berpotensi menggeser keberadaan ASN Kemdikbudristek yang jelas-jelas tugasnya mengabdi di tempat tersebut. Hal ini mengingat jumlah tim khusus tersebut mencapai 400 orang.

"Kami melihat justru keberadaan mereka akan menggoyahkan birokrasi internal Kemdikbudristek. Sebab jumlahnya tak sedikit 400 orang," cetus Fauzi Abdillah, Kepala Bidang Diklat dan Peningkatan Kompetensi Guru P2G.

Dikatakan Fauzi, keberadaan tim ini dapat merusak tatanan birokrasi di internal Kemdikbudristek. Akibatnya, kinerja ASN Kemendikbudristek terganggu, bahkan berpotensi mengalami demotivasi kerja.

Baca juga: Enggartiasto Lukita: Sistem Pendidikan Perlu Diredesain

"Apa boleh buat jika Mas Menteri (Nadiem) lebih yakin dan percaya kepada kinerja shadow team ini ketimbang ASN di internal Kemendikbudristek, meskipun ini preseden tidak baik dalam konteks tata kelola lembaga," kata Fauzi.

Dikatakan Fauzi, jika alasan menghadirkan 400 orang tim khusus ini membantu dan berkontribusi dalam mengerjakan tugas-tugas pegawai ASN Kemendikbudristek, seharusnya peran mereka cukup melakukan transfer knowledge atau experiences dan transfer teknologi kepada internal pegawai Kemendikbudristek.

"Jangan sampai malah mengambil alih tupoksi pegawai Kemdikbudristek tersebut," ucapnya.

Feriyansyah, Kepala Bidang Litbang Pendidikan P2G mendorong agar Mendikbudristek Nadiem menyampaikan ke publik nama-nama 400 orang shadow team ini, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Baca juga: Pijar Foundation Dorong Perguruan Tinggi Gunakan Dosen dari Korporasi

Sebelumnya, Mendikbudristek, Nadiem Makarim mengaku memiliki 400 orang tim bayangan atau shadow team yang posisinya hampir sama dengan direktur jenderal (dirjen) di Kemendikbudristek

Menurut Nadiem, posisi tim bayangan tersebut bukan vendor, namun melekat di Kemendikbudristek. Dengan demikian, mereka turut mendesain produk-produk yang dihasilkan kementerian.

"Right now we have 400 product managers, software engineers, data scientists that have created a shadow organization attached to our Ministery. (Saat ini kami memiliki 400 manajer produk, insinyur perangkat lunak, ilmuwan data yang bekerja sebagai organisasi bayangan yang melekat pada Kementerian kami," kata Nadiem dikutip dari unggahan video di akun Instagram @nadiemmakarim, Kamis, 23 September 2022.

Baca juga: Nadiem: Kebijakan Teknologi Pendidikan sesuai Kebutuhan Guru dan Peserta Didik 

Pernyataan ini disampaikan Nadiem dalam rangkaian United Nations Transforming Education Summit di Markas Besar PBB. "Saya berbagi praktik baik transformasi teknologi dalam pendidikan yang sedang berlangsung di Tanah Air," ucapnya.

Ia menuturkan berkat gotong royong seluruh pihak termasuk dukungan BUMN, ekosistem teknologi yang Kemendikbudristek hadirkan telah melayani lebih dari 362.000 sekolah, 2,3 juta guru, 724.000 mahasiswa, dan lebih dari 2.000 mitra.

"Dengan teknologi yang tepat sasaran melalui terobosan Merdeka Belajar, saya yakin Indonesia dapat menjadi inspirasi dunia dalam upaya pemulihan dan transformasi pendidikan global," katanya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com