Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kehamilan Sehat Harus Disiapkan Tiga Bulan Sebelumnya

Senin, 20 Maret 2017 | 17:27 WIB
Oleh Mardiana Makmun

Ibarat menanam padi, benih dan lahan pun harus disiapkan sebaik mungkin. Begitu juga kehamilan, minimal tiga bulan sebelumnya, pasangan suami-istri harus melakukan gaya hidup sehat demi menghasilkan bayi sehat.


“Saya diminta dokter Achmad untuk menurunkan berat badan sebayak 10 kg. Suami saya juga diminta berhenit merokok. Ini dalam rangka persiapan hamil saya,” cerita Retno, pasien RS Siloam Asri yang tengah melakukan program kehamilan, kepada Investor Daily di Jakarta, dalam bincang-bincang bertema ‘Mempersiapkan Kehamilan yang Sehat untuk Generasi yang Hebat’ yang digelar RS Siloam Asri, Jakarta, Minggu (19/3).


Kehamilan memang harus disiapkan jauh hari. Paling tidak tiga bulan sebelumnya, istri dan suami, harus melakukan gaya hidup sehat. “Di Belanda, seseorang kalau mau hamil, tiga bulan sebelumnya, istri dan suami harus bebas dari paparan rokok dan alkohol. Di sini belum seperti itu, tapi ya kita usahakan mengarah seperti itu,” kata dokter obgyn dari RS Siloam Asri, dr.Achmad Mediana, SpOG, sekaligus pendiri Applicative Medical Care System (AMS).


Pasalnya, paparan rokok dan alkohol, dapat menyebabkan kualitas sel telur pada perempuan dan kualitas sel sperma pada laki-laki, akan menurun. “Selain itu, pasangan yang sedang merencanakan kehamilan juga harus mengonsumsi nutrisi yang cukup dan bergizi dan dilanjutkan terus hingga kehamilan berlangsung. “Jangan sampai sebelum hamil kadar HB cukup, begitu hamil kok semakin turun. Ini berarti edukasi tentang gizi sebelum dan sesudah konsepsi (pembuahan) tidak berjalan,” kata dr.Achmad.


dr.Achmad juga menyarankan, dilakukan sejumlah test kesehatan sebelum konsepsi. Diantaranya test thalassemia, test HB, hingga test adanya virus toxoplasma dan rubella. “Ini agar benar-benar diketahui apakah kondisi calon ibu yang sedang merencanakan kehamilan, benar-benar dalam kondisi sehat,” tegas dr.Ahmad.


Jangan lupa, kata dr.Achmad, perempuan yang sedang merencanakan kehamilan juga harus dibuat happy.


Stimulasi dalam kandungan

Urusan happy atau kebahagiaan calon ibu memang sangat penting. Ibu yang bahagia, tentunya akan siap menjalani kehamilan. Dari perasaan senang inilah diharapkan ibu akan membangun komunikasi positif dengan bayi di dalam kandungannya. “Jangan dikira bayi dalam kandungan tidak bisa mendengar suara ibu atau ayahnya. Sejak masih dalam kandungan, sistem syaraf bayi sudah bisa merekam apa yang dikatakan ayah dan ibunya. Karena itu, berilah stimulasi positif, ajaklah bayi dalam kandungan berbicara dan perdengarkan yang baik-baik,” ujar dr.Achmad.


Dokter anak dr.Alinda Rubi, SpA(K) menegaskan, sejak usia enam bulan kehamilan, otak bayi mulai berkembang. “Pada usia trimester terakhir, otak anak tumbuh pesat sampai dengan 250%. Karena itu, agar petumbuhan otak anak optimal, berilah nutrisi yang baik dan tepat serta stimulasi, sejak anak masih dalam kandungan,” tegas dr.Alinda.


dr.Alinda mengungkapkan, dilihat dari mikroskop, bayi yang diberi nutrisi dan stimulasi yang optimal, sel-sel otaknya padat sekali, penuh sekali dengan serabut-serabut sehingga mudah terkoneksi. “Berbeda dengan anak yang nutrisi dan stimulasinya tak optimal, serabut-serabut sel otaknya sedikit,” jelas dr.Alinda.


Nutrisi terbaik dan stimulasi ini sebaiknya diberikan pada masa emas anak, yaitu usia 0-3 tahun. “Bila pada usia 0-3 tahun nutrisi dan stimulasi diberikan optima, tubuh kembang anak bisa dioptimalkan hingga anak berusia 18 tahun,” kata Alinda.


Tips untuk Kehamilan yang Optimal

  1. Berhentilah merokok dan minum alkohol

  2. Berhenti minum obat-obatan kecuali atas saran dokter

  3. Lakukan pemeriksaan secara berkala

  4. Gunakan kondom selama berhubungan seksual saat hamil

  5. Ikutilah senam hamil

  6. Konseling laktasi

  7. Usahakan berat badan bertambah antara 7,5 kg-12,3 kg saja selama kehamilan

  8. Jangan membasuh vagina dengan cairan pembersih atau memasukan jari ke vagina saat membersihkan

  9. Jangan gunakan sepatu berhak tinggi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN