Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga masyarakat di pasar tradisional tidak displin menggunakan masker. Foto: SP/Ruht Semiono

Warga masyarakat di pasar tradisional tidak displin menggunakan masker. Foto: SP/Ruht Semiono

Kematian Akibat Covid Meningkat, Rakyat Cuek

Sabtu, 26 September 2020 | 22:49 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- "Halo, halo, halo. Pakai masker. Pakai masker. Sudah banyak yang mati karena Covid. Jika tidak pakai masker, bukan hanya Anda yang mati, tapi orang lain juga," demikian suara yang keluar dari pengeras suara.

Suara petugas Covid-19 DKI itu menggema di Pasar Cibubur, Sabtu pagi (26/9/2020). Petugas geram melihat mayoritas penjual dan pembeli tidak mengenakan masker. Suara itu membahana berkali-kali hingga matahari di atas ubun-ubun. Tapi, bagaimana reaksi masyarakat?

"Uuuuuhhhh," sambut para pedagang pasar. "Orang mati karena sudah waktunya, Pak. Memang kita bisa menunda kematian?"  kata seorang ibu sambil menata dagangannya.

Masih ada warga masyareakat yang tidak displin menggunakan masker. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Masih ada warga masyareakat yang tidak displin menggunakan masker. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sebentar-sebentar masker ditarik ke dagu. Sebentar-sebentar, masker dipakai kembali dengan benar. "Pengap. Dari pagi sudah pakai masker," ujar seorang ibu bermasker kain.

Masyarakat umumnya kurang memahami dahsyatnya daya membunuh Covid-19. Mereka masih berpikir, virus mematikan ini seperti virus biasa.

Masih ada warga masyareakat yang tidak displin menggunakan masker. Foto: BeritaSatu Photo/UTHAN A RACHIM
Masih ada warga masyareakat yang tidak displin menggunakan masker. Foto: BeritaSatu Photo/UTHAN A RACHIM

Pandemi Covid-19 di Jakarta sudah merenggut 1.661 korban meninggal atau 2,4% dari total positif,  67.902.  Yang sembuh 54.268 atau 79,9%. Sedang yang sedang dirawat --rawat mandiri atau di rumah sakit-- sebanyak 11.973 atau 17,6%.

Angka mortality rate di Jakarta, 2,4%, jauh di bawah nasional, 3,8% angka mortality rate DKI bahkan lebih kecil dari angka dunia, 3%.

Masih ada warga masyareakat yang tidak displin menggunakan masker. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Masih ada warga masyareakat yang tidak displin menggunakan masker. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Jumlah kematian akibat pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 10.308 atau 3,8% dari total kasus positif, Sabtu (26/9/2020). Sedang total positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 271.339. Yang dirawat 61.628 dan yang sembuh 199.103.

Masyarakat Indonesia perlu diberikan data lengkap tentang jumlah kematian per tahun. Meski angka kematian per tahun di Indonesia di atas 1,6 juta, tapi kematian akibat  Coid-19 cukup signifikan.

Warga masyarakat di pasar tradisional tidak displin menggunakan masker. Foto: SP/Ruht Semiono
Warga masyarakat di pasar tradisional tidak displin menggunakan masker. Foto: SP/Ruht Semiono

Mereka mungkin berpikir, kematian 10.308 selama enam bulan tidak seberapa besar dibanding jumlah kematian penduduk Indonesia setahun yang pada tahun 2019 mencapai 1,6 juta.

Meski jumlah penduduk Indonesia masih dalam proses Sensus Penduduk yang dilakukan BPS, Worldometers.info memperkirakan, penduduk Indonesia tahun 2020 mencapai 274 juta dengan pertumbuhan 1,2% atau sekitar 3,5 juta setelah dikurangkan kematian sekitar 1,7 juta.

Masih ada warga masyareakat yang tidak displin menggunakan masker. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Masih ada warga masyareakat yang tidak displin menggunakan masker. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kematian penduduk disebabkan oleh usia tua dan ini terbanyak. Ada juga kematian  karena bencana dan kecelakaan. Tapi,  peringkat kedua setelah usia tua adalah kematian karena berbagai penyakit.

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI menunjukkan, jumlah kematian penduduk akibat lansia paling banyak terjadi  selama 3 tahun (2017-2019),  yaitu 138.450 orang. Jumlah paling banyak kematian lansia terjadi  tahun 2019,  yaitu 48.343 orang.

Warga masyarakat di pasar tradisional tidak displin menggunakan masker. Foto: SP/Ruht Semiono
Warga masyarakat di pasar tradisional tidak displin menggunakan masker. Foto: SP/Ruht Semiono

Penyebab kematian kedua di DKI adalah kelelahan, penyakit jantung, dan sebagainya sebanyak 5.239 selama 3 tahun.

Terbanyak terjadi pada tahun 2017,  yaitu 2.204 orang. Sedang penyebab kematian karena wabah penyakit mencapai 1.182.

Pemerintah disarankan memberikan data lengkap kematian per tahun per wilayah dan semuanya dirinci berdasarkan penyebab. Semua data tentang kematian disampaikan terpusat. Setiap pasien memiliki rekam medis di puskesmas dan rumah sakit yang selanjutnya disampaikan ke dashboard menkes.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN