Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BCA bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), BKSDA Kalteng, dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, melakukan kegiatan pelepasliaran lima orangutan pada 3-5 Juni 2021 dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng ke hutan TNBBBR di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

BCA bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), BKSDA Kalteng, dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, melakukan kegiatan pelepasliaran lima orangutan pada 3-5 Juni 2021 dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng ke hutan TNBBBR di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Kembali Lepasliarkan 5 Orangutan, BCA Terus Dukung Pelestarian Satwa Langka

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:38 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mendukung konservasi orangutan dalam rangka menjaga kelestarian satwa langka Indonesia tersebut. Terbaru, BCA mendukung pelepasliaran 5 orangutan dari 7 orangutan yang dikembalikan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Tengah.

Bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), BKSDA Kalteng, dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, kegiatan pelepasliaran lima orangutan dilaksanakan pada 3-5 Juni 2021 dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng ke hutan TNBBBR di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Pelepasliaran kali ini menggunakan moda transportasi darat dan air, dengan seluruh waktu perjalanan (termasuk isitirahat) diperkirakan sekitar 15-20 jam.

BCA melalui program CSR Bakti BCA tak hanya mendukung kegiatan pelepasliaran lima orangutan, namun juga rehabilitasi untuk lima orangutan lainnya, meliputi kegiatan pengadaan makanan dan logistik, perawatan kesehatan, test laboratorium, kegiatan sekolah di hutan. Keberadaan mereka di pusat rehabilitasi hanyalah sementara. BCA berharap melalui bantuan ini, ke depan orangutan siap dan mampu kembali hidup bebas terlindungi di hutan.

Di samping itu, BCA juga melaksanakan kegiatan Orangutan Goes To School (OGTS) dan Financial Literacy (FL), yaitu roadshow ke sekolah-sekolah di Palangkaraya untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan kehidupan satwa langka khas Indonesia, khususnya orangutan kepada para siswa sejak dini, mengajak generasi muda dengan kegiatan peduli lingkungan dan spesies, serta mengedukasi generasi muda bijak mengelola keuangan sejak dini. Kegiatan OGTS telah dijadwalkan untuk hadir di SMAN 2 Palangkaraya, SMA Man Model Palangkaraya, dan SMA Bina Cita Utama, hingga awal Juni 2021.

EVP CSR BCA Inge Setiawati mengatakan, perhatian terhadap konservasi orangutan harus terus menerus dilakukan sehingga satwa langka yang dilindungi tersebut dapat terus dilestarikan secara berkesinambungan. Perhatian BCA terhadap pelestarian orangutan tersebut dilakukan secara holistik melalui program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan, program penanaman pohon, dan program edukasi pelestarian lingkungan untuk masyarakat.

"Dukungan BCA melalui program CSR Bakti BCA terhadap pelestarian dan pelepasliaran orangutan telah dilaksanakan sejak 2012. Setidaknya BCA telah mendukung program pelepasliaran orangutan sebanyak 43 individu sejak 2021," kata Inge dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6).

Selain dukungan terhadap orangutan, Bakti BCA juga terlibat dalam konservasi lingkungan, di antaranya melalui kegiatan pelestarian 14.700 pohon mangrove, 2.100 pohon di area gambut, dan pelepasliaran 8.909 ekor tukik, dan mengembangkan 12 Desa Binaan BCA sebagai upaya melestarikan dan mengoptimalkan potensi desa untuk mewujudkan ketahanan ekonomi perdesaan yang berkelanjutan.

Inge menambahkan, Indonesia dikaruniai dengan berbagai kekayaan alam, flora dan fauna, serta satwa-satwa unik yang langka untuk skala dunia. "Perhatian dan dukungan semua pihak dalam melestarikan lingkungan dalam rangka menyediakan ekosistem yang kondusif untuk keseimbangan habitat merupakan hal yang sangat penting dalam mempertahankan dan melestarikan kekayaan alam tersebut. Hal ini harus menjadi kesadaran dan perhatian bersama sehingga terciptanya keseimbangan lingkungan," pungkas dia.

 

 

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN