Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA. Sumber: ditjenbinaadwil.kemendagri.go.id

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA. Sumber: ditjenbinaadwil.kemendagri.go.id

Kemdagri Terbitkan Inmendagri Perpanjangan PPKM Jawa-Bali

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:14 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  - Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA mengatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 05 Tahun 2022 tentang PPKM Jawa-Bali. Inmendagri tersebut merupakan perpanjangan dari Inmendagri tentang PPKM yang telah tertuang pada Inmendagri Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, Dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa Dan Bali.

Di Inmendagri tersebut, dalam penerapan PPKM Jawa-Bali yang diperpanjang hingga 31 Januari 2022 menunjukkan adanya peningkatan jumlah daerah yang berada pada Level 1, dari 47 kabupaten/kota menjadi 52 kabupaten/kota.

"Sedangkan Level 2, mengalami penurunan dari 80 kabupaten/kota menjadi 75 kabupaten/kota, begitu juga dengan Level 3 tetap 1 kabupaten/kota," kata Safrizal ZA, Selasa (25/1/2022).

Indikator yang digunakan dalam melakukan penilaian daerah masih sama dengan pengaturan PPKM sebelumnya yaitu menggunakan Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan ditambahkan dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 lanjut usia di atas 60 tahun dari target vaksinasi.

Kemudian penyesuaian juga dilakukan terhadap wilayah aglomerasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, Surabaya Raya, Malang Raya serta Bali, dimana penilaian wilayah aglomerasi dihitung sebagai satu kesatuan dan untuk penilaian Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan serta pada daerah yang aktif melakukan perbaikan data.

"Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong Kabupaten / Kota untuk melakukan perbaikan data terkait Covid–19," ujar Safrizal ZA.

Adapun untuk pengaturan beberapa hal selama PPKM tidak mengalami perubahan, seperti PTM yang berpedoman pada SKB 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19.

Kemudian pemberlakuan Work From Office (WFO) maksimal 25% untuk pegawai non-esensial yang sudah divaksin di daerah Level 3, sebanyak 50% untuk level 2, dan 75% untuk level 1.

Untuk sektor esensial maksimal staf adalah 50% WFO untuk level 3, sebanyak 75% untuk level 2, dan 100% untuk level 1; serta kapasitas 100% untuk sektor esensial di Level 3 hingga Level 1 dan wajib mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi.

"Untuk sektor ritel, supermarket dapat beroperasi hingga Pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 50% untuk level 3, sedangkan di level 2 max 75% dan 100% untuk level 1," terang Safrizal ZA.

Untuk pasar rakyat di level 3 dapat beroperasi hingga pukul 17.00 dengan kapasitas 50%, sedangkan di level 2 dapat beroperasi hingga pukul 18.00 dengan maksimal 75%, untuk level 1 dapat beroperasi maksimal 100% dan wajib mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi.

Bagi mal dan pusat perbelanjaan di level 3 dan 2 dapat beroperasi hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimal 50%, sedangkan level 1 dapat beroperasi hingga pukul 22.00 dengan kapasitas maksimal 100%.

Untuk bioskop di level 3 maksimal penonton 50%, sedangkan di level 2 dan 1 kapasitas max 70% dengan tetap mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi baik di mal dan bioskop.

Terkait even olahraga, PPKM Jawa Bali juga mengatur antara lain, Kompetisi Sepak Bola Liga 1 dan 2 yang hanya di wilayah Kabupaten/Kota dengan kriteria level 3, level 2, dan level 1. Kemudian kompetisi Liga Futsal Professional Indonesia dapat dilaksanakan di kota Jakarta Timur, kota Semarang, kota Yogyakarta, dan kota Surabaya pada tanggal 8 Januari – 28 Agustus 2022; serta Kompetisi Developmental Basketball League (DBL) dapat dilaksanakan di Solo pada tanggal 27 Januari – 5 Februari 2022.

"Inmendagri ini berlaku pada tanggal 25 Januari 2022 sampai dengan 31 Januari 2022," jelas Safrizal ZA.

Mengingat sebagian kasus terjadi di Jabodetabek, lanjut Safrizal, maka Pemerintah Daerah diharapkan untuk melakukan akselerasi vaksinasi booster di kabupaten/kota dengan tingkat capaian vaksinasi yang sudah tinggi.

Menurutnya, Jawa-Bali merupakan episenter Covid-19 omicron, maka vaksinasi dosis kedua untuk lansia harus terus dikejar. Pemda serta jajaran Forkominda diharapkan untuk terus mengejar vaksinasi dosis 2 untuk umum dan lansia mencapai 70% begitu pula halnya dengan Vaksinasi anak mengingat PTM sudah dilakukan 100%.

"Deteksi dapat ditingkatkan dengan tes epidemiologi versus tes screening, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, surveilans genomik di daerah berpotensi lonjakan kasus, serta penguatan surveilans di pintu masuk negara," papar Safrizal ZA.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN