Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi mahasiswa. Sumber: signazon,com

Ilustrasi mahasiswa. Sumber: signazon,com

DORONG MAHASISWA TETAP KULIAH,

Kemdikbud Pastikan Tak Ada Kenaikan UKT di Saat Pandemi

Jeis Montesori, Rabu, 3 Juni 2020 | 15:41 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memastikan tidak ada kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di saat pandemi Covid-19.

Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan dan Kebudayaan, Kemdikbud, Prof Nizam, menanggapi berbagai pernyataan warganet di media sosial (medsos) terkait isu kenaikan UKT.

“Sesuai laporan yang diterima Kemendikbud, jika terdapat PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yang menaikkan UKT, keputusan tersebut diambil sebelum masa pandemi dan diberlakukan kepada mahasiswa baru sesuai kemampuan ekonomi orang tua,” kata Nizam di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Selain itu, kata Nizam, keputusan terkait UKT tidak boleh menyebabkan mahasiswa tidak dapat berkuliah.

Dijelaskan, berdasarkan keterangan tertulis pada 6 Mei 2020, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) menyepakati empat opsi bagi mahasiswa yang terdampak pandemi untuk mengatasi masalah UKT. Yaitu menunda pembayaran, menyicil pembayaran, mengajukan penurunan UKT, dan mengajukan bantuan finansial bagi yang berhak.

“Seluruh mekanisme pengajuan dan keputusan diatur oleh masing-masing PTN,” kata Nizam.

Dikatakan, kebijakan ini diharapkan tidak mengganggu operasional penyelenggaraan ataupun pembelajaran di perguruan tinggi serta berbagai aktivitas pendukungnya.

Nizam mengatakan, untuk mendapatkan keringanan UKT, mahasiswa PTN dapat mengajukan permohonan kepada pimpinan PTN sesuai prosedur yang berlaku di masing-masing PTN.

Untuk meringankan beban mahasiswa terdampak pandemi, lanjut Nizam, pemerintah memfasilitasi pemberian bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. KIP Kuliah, diperuntukkan bagi mahasiswa PTN maupun PTS.

Nizam mengatakan, tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan KIP Kuliah bagi 400 ribu mahasiswa atau tiga kali lebih banyak dari tahun lalu.

“Pemerintah sangat mengapresiasi perguruan tinggi yang telah membantu mahasiswa yang tidak mampu dengan bantuan pulsa serta dukungan logistik dan kesehatan selama pembelajaran dari rumah. Dukungan dari masyarakat dan alumni juga sangat luar biasa,” kata Nizam.

Nizam mengatakan, Kemdikbud mengapresiasi dan mengajak seluruh pihak untuk saling membantu.

“Semoga dengan bergotong royong, pandemi segera dapat kita atasi bersama,” ujar Nizam.

Sumber : Suara Pembaruan

BAGIKAN