Menu
Sign in
@ Contact
Search
Nadiem Makarim. (Foto: Antara)

Nadiem Makarim. (Foto: Antara)

Kemendikbudristek Bentuk Shadow Team, DPR Ingatkan Nadiem Cara Bernegara

Senin, 26 September 2022 | 20:35 WIB
Maria Fatima Bona (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengingatkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim tentang tata bernegara. Hal ini merespons keberadaan tim bayangan atau shadow team atau  organization yang disampaikan Nadiem dalam forum United Nations Transforming Education Summit di Markas Besar PBB.

Menurut Fikri, meski Nadiem sudah mengklarifikasi bahwa tim bayangan tersebut merupakan vendor. Dalam hal ini, Kemendikbudristek  bekerja sama dengan  tim GovTech Edu yang merupakan bagian dari  anak perusahan Telkom Indonesia membangun transformasi  teknologi pendidikan. Namun, Nadiem harus memahami terkait cara bernegara.

Baca juga: Begini Penjelasan Nadiem tentang Keberadaan 400 Orang Shadow Team

“Karena amanat dari UUD 1995 kenapa ada menteri, karena di Pasal 17  menyebutkan presiden dibantu oleh menteri-menteri,” kata Fikri pada rapat kerja bersama Mendikbudristek  Nadiem Anwar Makarim, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (26/9/2022).  

Kemudian,  menteri juga diatur oleh UU Nomor 39 tentang Kementerian Negara. Dalam hal ini, menteri bertugas sebagai pemimpin kementerian dan dibantu oleh sekjen. Sementara pelaksana adalah direktur jenderal (dirjen), pengawas ada inspektorat jenderal (irjen), dan pelaksana tugas pokok di daerah  diatur oleh perundang-undang lain.

Dikatakan Fikri, pada Pasal 11 UU  Nomor 39 tentang Kementerian Negara   tertuang amanat  dan ketentuan yang diatur oleh Peraturan Presiden  (Perpres). Selain itu, Kemendikbudristek telah menerbitkan Permendikbudristek Nomor 28   Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Baca juga: Keberadaan 400 Orang Tim Bayangan Nadiem Makarim Menuai Kritikan

Dalam Permendikbudristek tersebut tidak mengatur tim mitra Kemendikbudristek. Menurut Fikri, seharusnya  sesuatu yang dianggap urgensi, seperti yang disampaikan Nadiem bahwa sistem  pembelajaran harus didukung dengan teknologi dan pemerintah  memerlukan tim teknologi yang mumpuni sebagai mitra untuk dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan program  harus  dituang dalam aturan.

Namun, yang terjadi saat ini, dalam Permendikbudristek Nomor 28 Tahun 2022 tersebut tidak memberikan  mandat kepada siapapun. Untuk itu, Fikri menilai wajar ketika ada pernyataan memiliki tim bayangan tersebut menjadi polemik.

Baca juga: Ada 400 Orang Tim Bayangan Bentukan Menteri Nadiem, DPR Bereaksi!

Untuk itu, dia menyarankan, agar Kemendikbudristek sebaiknya merevisi  Permendikbudristek Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau melalui Keppres. Dengan begitu, tim bayangan tersebut memproduksi  sesuatu yang legal sesuai regulasi.

“Cara pandang birokrasi kalau penting tuangkan semua di dalam regulasi. Kalau tidak akan ada problematika  akuntabilitas,” ucapnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com