Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20, Kementerian Pertanian (Kementan) perkuat pengendalian rabies di Provinsi Bali dengan melakukan gerakan vaksinasi massal. (Foto: Dok. Kementan)

Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20, Kementerian Pertanian (Kementan) perkuat pengendalian rabies di Provinsi Bali dengan melakukan gerakan vaksinasi massal. (Foto: Dok. Kementan)

Jelang KTT G-20

Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali

Jumat, 30 September 2022 | 13:20 WIB

JAKARTA, investor.id - Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20, Kementerian Pertanian (Kementan) perkuat pengendalian rabies di Provinsi Bali dengan melakukan gerakan vaksinasi massal.

“Gerakan vaksinasi massal kita lakukan di Bali untuk memastikan di wilayah KTT G-20 hewan penular rabies (HPR) tervaksin," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono pada saat peringatan World Rabies Day (WRD) atau Hari Rabies Sedunia yang dilaksanakan di Kabupaten Tabanan, Bali pada hari Kamis (29/9).

“Kita berharap menjelang Pertemuan Tingkat Tinggi G-20 yang akan dilaksanakan di Bali pada bulan November nanti, vaksinasi sudah dilakukan kepada semua anjing yang ada di Provinsi Bali,” imbuh Kasdi.

Kasdi mengungkapkan seiring dengan tema World Rabies Day yaitu: ”Rabies: One Health Zero Deaths”, serta untuk mengurangi dan mencegah kasus kematian akibat rabies pada manusia, Kementan terus melakukan koordinasi lintas sektor dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait lainnya.

“Kerja sama dengan World Organisation for Animal Health (WOAH), Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO), dan mitra kerja bilateral seperti Australia juga kita lakukan," kata Kasdi.

Selain itu, Kementan juga menggandeng pemangku kebijakan, praktisi, serta tokoh masyarakat dalam menggaungkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies.

Menurut Kasdi, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Kementan untuk memastikan wilayah destinasi para delegasi KTT G-20 dan turis, baik asing maupun lokal aman dari ancaman rabies.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah menyampaikan pengendalian rabies dapat sukses bila cakupan vaksinasi HPR minimal telah mencapai 70%. Menurut Nasrullah, saat ini telah terdistribusi 91.000 dosis vaksin rabies untuk Bali.

Sebagai informasi, untuk menyukseskan gerakan vaksinasi massal di Provinsi Bali, Pemerintah Australia melalui mekanisme Bank Vaksin WOAH memberikan bantuan vaksin kepada Pemerintah Indonesia sebanyak 200.000 dosis. Kementan juga memberikan bantuan seribu Neo Rabivet yang merupakan vaksin rabies produksi Pusat Veteriner Farma Kementerian Pertanian.

Nasrullah menyampaikan selain gerakan vaksinasi massal pada HPR, Kementan bersama dengan Kemenkes dan lembaga mitra lainnya juga terus melakukan sosialisasi pelaksanaan tata laksana kasus gigitan terpadu (Takgit).

“Kerja sama lintas sektor melalui tata laksana kasus gigitan terpadu (Takgit) sangat penting dan efektif dalam mencegah kasus kematian akibat rabies pada manusia, sekaligus meningkatkan aktivitas pengendalian rabies pada hewan”, ungkap Nasrullah.

Pada peringatan World Rabies Day Tahun 2022 di Bali ini juga dihadiri oleh Koordinator WOAH Sub-regional Representative for South East Asia, Ronello Abila, dan Direktur Jenderal Food and Agriculture Organisation (FAO), Qu Dongyu. Di mana kedua Lembaga Internasional tersebut menyampaikan komitmennya untuk kerja sama dengan Pemerintah Indonesia mencapai target bebas rabies tahun 2030.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com