Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Kemkes: Fokus Penanganan Covid-19 di Bangkalan, Terapkan 3T

Selasa, 8 Juni 2021 | 22:31 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id   - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi menyatakan fokus penanganan Covid-19 di Bangkalan (Jawa Timur) dan Kudus (Jawa Tengah) adalah dengan menerapkan 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

"Saat ini di sana sudah dilakukan 3T. Testing dan tracing menjadi kunci untuk memutus penularan Covid-19. Selain itu juga ada penambahan tes antigen sebanyak 50.000 dan juga isolasi dilakukan secara terpusat dengan penambahan tenaga kesehatan relawan dari daerah sekitar," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com pada Selasa (8/6/2021).

Terkait daya tampung rumah sakit khususnya untuk para pasien dari Bangkalan yang dirujuk ke Surabaya, dikatakan masih bisa dikendalikan.

"Saat ini rujukan untuk Bangkalan ke Kota Surabaya. Sebenarnya episentrumnya ada 3 kecamatan yang sedang ditangani, hanya 1 pelayanan kesehatan masyarakat (PKM) yang ditutup, tetapi pelayanan dialihkan ke PKM lainnya," jelas dr. Nadia.

Menurut dia, masalah di Bangkalan karena adanya penolakan untuk program 3T. Hal itu disebabkan karena ada beredarnya hoax dan ketakutan isu untuk dicovidkan.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan vaksinasi juga menjadi kunci penanganan Covid-19 di Bangkalan. Dikatakan vaksinasi mampu menekan angka kesakitan dan kematian.

"Khusus Kudus kita drop 50 ribu vaksin khusus supaya bisa disuntikkan. Di Bangkalan juga kita akan drop 50 ribu supaya bisa menekan penularan," kata Budi.

Vaksin ini diminta diprioritaskan untuk lansia. Sebab, mereka paling rentan jatuh dalam keadaan berat apabila terpapar corona.

Mutan Afrika
dr. Nadia yang juga sebagai Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemkes mengakui adanya mutasi varian baru Covid-19 B 1351 asal Afrika Selatan yang telah masuk ke Indonesia.

"Ya kita sudah temukan 2 kasus varian tersebut ya yang ditemukan kasus Covid-19 yang berada di Bali dan Jawa Timur," tutup dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN