Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Kemkes: Kasus Bangkalan Melonjak, Masih Banyak yang Tidak Percaya Covid-19

Selasa, 8 Juni 2021 | 21:49 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan masih banyak masyarakat, khususnya di Bangkalan Jawa Timur dan Kudus Jawa Tengah yang tidak mempercayai adanya Covid-19. Selain itu program vaksinasi terutama untuk lansia juga belum masuk.

"Hal inilah yang menjadi lonjakan penyebaran kasus positif Covid-19 di Bangkalan dan Kudus. Kesadaran masyarakat di Bangkalan masih rendah terhadap Covid-19 dan banyak melakukan aktivitas," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com pada Selasa (8/6/2021).

Diketahui kasus melonjak setelah ada kegiatan silaturahmi antara lain warga melakukan tradisi kupatan (Lebaran Ketupat) serta kegiatan kunjungan ke tempat wisata dan disiplin masyarakat yang kurang dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Menurut dr Nadia, hal ini tentunya sudah harus menjadi perhatian terutama pemda kabupaten bersama camat, lurah, RT/RW setempat karena kita juga terus menekan laju penularan dengan tetap disiplin prokes.

Ia pun menanggapi terkait banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang patut diduga membawa varian-varian baru dari luar negeri.

"Adanya pekerja migran Indonesia (PMI) sebenarnya mereka sudah melakukan karantina dan dilakukan dua kali pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Tetapi risiko penularan akan tetap terjadi didalam masyarakat," jelas Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemkes tersebut.

"Otomatis adanya pergerakan yang meningkat dengan adanya arus masuk dan keluar orang yang bertambah, pasti akan meningkat risiko penularan. Dan akhirnya akan meningkat kasus apalagi tanpa prokes serta percepatan vaksinasi,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN