Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kepala BKKBN: Jangan Menikah Muda

Antara, Kamis, 1 Desember 2011 | 16:25 WIB

JAKARTA- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief mengatakan penduduk Indonesia sebaiknya tidak melakukan pernikahan dini atau menikah di usia muda.

"Jangan nikah muda," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief dalam acara "Editor Meeting dengan Pimpinan BKKBN" di Jakarta, Kamis (1/12).

Sugiri menjelaskan, kasus pernikahan dini masih kerap ditemukan di berbagai wilayah di tanah air.

"Usia pernikahan dini antara 16 hingga 19 tahun bahkan ada yang di bawah itu," katanya.

Termasuk program Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN Sudibyo Alimoeso menjelaskan, penundaan usia nikah merupakan salah satu program BKKBN dalam menekan laju pengendalian penduduk Indonesia.

"Pernikahan dini bisa mengakibatkan masa reproduksi yang jauh lebih panjang dibandingkan pernikahan setelah usia yang matang," katanya.

Dia menjelaskan, saat satu perempuan menikah di usia 16 tahun masa dia mempunya masa reproduksi jauh lebih panjang dibanding mereka yang menikah di atas usia 25 tahun.

"Dengan masa reproduksi yang lama maka kemungkinan untuk melahirkan semakin besar sehingga bisa saja mempunyai anak lebih dari dua bahkan lebih dari lima," katanya.

Hal tersebut jika dibiarkan maka akan menghambat program pengendalian laju pertumbuhan penduduk.

"Padahal jumlah penduduk Indonesia pada saat ini mencapai 240 juta lebih dengan laju pertumbuhan 1,49 persen per tahun," katanya.

Dia juga menjelaskan, untuk menyikapi hal tersebut , maka BKKBN membuat advokasi kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk melakukan penundaan usia menikah.

"Dengan gencarnya sosialisasi kepada masyarakat khususnya generasi muda maka diharapkan semakin berkurang bahkan hilang sama sekali kasus nikah muda," katanya.(ant/hrb)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA