Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Doni Monardo memberikan keterangan terkait kepatuahan protokol kesehatan pada pelaksanaan pilkada serentak.Sumber: BSTV

Doni Monardo memberikan keterangan terkait kepatuahan protokol kesehatan pada pelaksanaan pilkada serentak.Sumber: BSTV

Kepatuhan Protokol Kesehatan 96% di Pilkada Serentak, Doni: Masyarakat Jangan Lengah

Kamis, 10 Desember 2020 | 11:11 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengimbau masyarakat tidak lengah meski angka rata-rata tingkat kepatuhan  protokol kesehatan di daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020  berada pada kisaran  89% hingga 96 %.

Seperti dilansir  laman Sekretariat Kabinet, Kamis (10/12/2020),  data tersebut berdasarkan  hasil monitoring kepatuhan protokol kesehatan saat pelaksanaan Pilkada yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19,  pada Rabu (09/12/2020).

Doni Monardo memberikan keterangan terkait kepatuahan protokol kesehatan pada pelaksanaan pilkada serentak.Sumber: BSTV
Doni Monardo memberikan keterangan terkait kepatuahan protokol kesehatan pada pelaksanaan pilkada serentak.Sumber: BSTV

“Jangan kita puas. Sekali lagi, tidak boleh puas dulu. Karena tahapan-tahapan tugas untuk Pilkada  belum berakhir,” kata Doni.

Ia berharap seluruh unsur yang terlibat dalam gelaran pesta demokrasi ini untuk tidak cepat puas karena tahapan Pilkada belum berakhir.

Ke depannya, lanjut Doni,  masih akan ada beberapa kegiatan penghitungan suara yang juga berpotensi menimbulkan kerumunan.  

“Untuk kegiatan penghitungan  suara, kemungkinan-kemungkinan terjadinya kerumunan masih tetap ada. Oleh karenanya, jangan lengah, jangan kendor,” kata Doni.

Calon Wali Kota Depok Mohamad Idris nyoblos di TPS 14 Jatimulya. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Calon Wali Kota Depok Mohamad Idris nyoblos di TPS 14 Jatimulya. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Ia juga meminta agar jajaran terkait tidak segan-segan menegur dan mengingatkan kepada siapapun yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik pada penyelenggaraan Pilkada ini. “Selalu cerewet, selalu nyinyir, selalu mengingatkan,” tegasnya.

Menurut Doni, Satgas Penanganan Covid-19  tidak akan segan-segan untuk mengingatkan pejabat daerah yang terpantau di wilayahnya tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik saat pelaksanaan pemungutan suara.

“Kami melihat perkembangan dari seluruh provinsi. Ada provinsi dengan tingkat kepatuhan yang rendah, tetapi peringatan yang diberikan petugas juga rendah sekali. Lantas kami menghubungi pejabat terkait,” ujarnya.

Melalui peringatan seperti yang telah dilakukannya tersebut, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 yakin penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak dapat lebih baik dan ada perubahan untuk keamanan serta keselamatan masyarakat.

“Kita lihat datanya sudah masuk sepuluh besar. Artinya apa, kalau ada pemberitahuan dan segera ditindaklanjuti maka di lapangan pun pasti akan ada perubahan”, jelasnya.

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) hazmat  membantu warga menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 46, di Serpong Utara, Tangerang Selatan, Rabu (9/12/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) hazmat membantu warga menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 46, di Serpong Utara, Tangerang Selatan, Rabu (9/12/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Lebih lanjut, Doni  meminta agar peringatan ada sebelum terjadinya pelanggaran. Sebab, hal itu juga berarti ada kepedulian dari sesama untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Tentunya, kesuksesan dari pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang aman dari Covid-19 juga berawal dari kerja keras dari seluruh pihak yang selalu menjaga konsistensi dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan.

“Kerja keras semua pihak diharapkan tidak kendor, tidak berhenti sampai dengan sekarang. Begitu ada pelanggaran langsung diingatkan. Jangan tunggu terjadinya pelanggaran. Sebelum ada pelanggaran diawali dengan peringatan-peringatan,” kata Doni.

Ia meyakini, kepatuhan terhadap peraturan yang telah dibuat oleh KPU akan menentukan keberhasilan pelaksanaan Pilkada pada saat pandemi ini. Penerapan protokol kesehatan di gelaran pilkada ini telah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 6 dan 10 Tahun 2020.

“Apabila SOP yang  telah disusun  KPU dilakukan dengan baik. Maka semuanya pasti berjalan dengan baik,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN