Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pukul 12.10 WITA, Presiden Joko Widodo meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang mengalami kerusakan karena gempa di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Pukul 12.10 WITA, Presiden Joko Widodo meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang mengalami kerusakan karena gempa di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Kerugian Negara Akibat Gempa Sulbar Capai Rp 900 Miliar

Jumat, 22 Januari 2021 | 17:01 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan mengungkapkan kerusakan aset negara karena bencana alam gempa bumi yang terjadi di Mamuju dan Majene Sulawesi Barat telah menimbulkan kerugian negara hingga Rp 900 miliar yang terdiri atas objek bangunan dan infrastruktur.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kemenkeu, Sulbar Ekka Sudana mengatakan kerusakan terjadi pada 279 obyek aset negara dengan nilai Rp 494,28 miliar meliputi bentuk bangunan rumah negara sebanyak 118 obyek, dan gedung bangunan kantor untuk memberikan pelayanan publik sebanyak 161 objek.

“Ini berupa bangunan rumah negara maupun kantor yang dukung tugas fungsi pemerintah pusat di khususnya kota Mamuju dan Majene,” jelasnya dalam media briefing, Jumat (22/1).

Ia mengatakan bahwa, struktur bangunan Gedung Keuangan Negara Mamuju di lantai satu hingga lima rusak berat dengan nilai kerugian mencapai Rp 75 miliar. Oleh karena itu aktivitas pelayanan sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pelayanan tatap muka.

Adapun gedung-gedung negara yang rusak akibat gempa Sulbar antara lain, Gedung Keuangan Negara Mamuju, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mamuju, Kantor Kas Negara, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Sulbar, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Mamuju dan sebagainya.

“Contoh lain ada gedung BPKP Mamuju bangunannya rusak dan nilainya Rp 23 miliar. Lalu LPP TVRI Sulbar, ini bisa gambarkan betapa rusaknya dan sementara pelayanan TVRI disana mencari tempat lain dulu, dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar.”

Sementara itu untuk prasarana infrastruktur yang juga rusak terdiri ata 23 jembatan dan Jalan Trans Sulawesi dengan nilai Rp 405,72 miliar.

“Dampak ke infrastruktur cukup banyak terhadap 23 jembatan dan juga untuk jalan. Data sementara yang kami peroleh 20 kilometer. (Pendataan) ini jalan terus Sulawesi, dengan nilainya cukup lumayan mencapai Rp 405,72 miliar,” tuturnya.

Dengan demikian Ekka menyebut asuransi Barang Milik Negara (BMN) memiliki peranan penting di saat terjadi kerusakan pada gedung-gedung dan infrastruktur akibat bencana. Sebab tanpa asuransi maka proses perbaikannya akan membutuhkan waktu karena harus menunggu dimasukkannya anggaran dalam APBN terlebih dahulu.

“Betapa pentingnya asuransi ini. Ketika ada klaim, pembangunan kembali untuk tempat bekerja bisa segera, tidak nunggu 2-3 tahun untuk APBN,” jelasnya.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN