Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kerusakan Sebabkan Ikan di Ciliwung Hilang

Jumat, 14 November 2014 | 14:55 WIB
Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah

JAKARTA - Kerusakan yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilwung menyebabkan 92 persen spesies ikan hilang, kata Kepala Museum Zoologycum Bogoriense Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Rosichon Ubaidillah.

"LIPI mencoba menelusuri kembali di sungai anakannya mungkin masih tersisa," kata Rosichon di Jakarta, Jumat (14/11).

Menurut dia, hilangnya sekitar 172 spesies ikan disebabkan oleh pendangkalan sungai, pembuangan limbah kimia maupun plastik dan juga tersapu banjir besar.

"Dulu memang pernah ada banjir tapi struktur ekosistemnya masih ada tempat untuk berlindung. Sekarang nggak ada. Batu diambil, semua dirusak," katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh LIPI sejak tahun 1910 hingga 2013, ikan yang sudah tidak ada lagi di Sungai Ciliwung antara lain belida, putak (Notopterus notopterus), berukung (Barbichthys laevis), brek (Barbonymus balleroides), keperas (Cyclocheilichthys apogon) dan ikan hitam (Labeo chrysopekadion).

Ada juga ikan yang terancam punah di Ciliwung, antara lain ikan hampal (Hampala macrolepidota), genggehek (Mystacoleucus marginatus) dan baung (Hemibagrus nemurus).

Rosichon mengatakan hilangnya ikan tersebut juga disebabkan oleh ikan invasif seperti sapu-sapu, bawal dan alligator gar.

Dr. Renny Kurnia Hadiaty dari Pusat Penelitian Biologi LIPI mengatakan penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat di sekeliling Ciliwung untuk tidak menebar racun atau menyetrum ketika mengambil ikan.

"Tidak lagi mengintroduksi ikan, contohnya sapu-sapu, bawal, alligator, yangg merupakan kompetitor ikan asli," katanya.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai agar ikan di DAS Ciliwung tidak terus hilang. (ant/jnh)

Editor : Juang N Hutagalung (juang.natigor@investor.co.id)

BAGIKAN